Bahagianya Hanon, Anak Petani yang Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM 
Muhammad Fatoni July 16, 2026 09:14 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bisa diterima menjadi mahasiswa Program Studi Teknik Kimia UGM adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Prananingrum Hanondaru Wigaringtyas (18).

Apalagi, sosok yang akrab disapa Hanon itu tidak perlu memikirkan biaya kuliah.

Hanon diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Alih-alih mengikuti les SNBT, ia memilih belajar mandiri. Ia mengandalkan pendalaman materi yang dipelajari di sekolah. 

Kemudahan teknologi pun dimanfaatan secara positif untuk persiapan SNBT.

Ia belajar berbagai materi dari YouTube dan mengerjakan latihan soal dari internet.

Hanon juga memilih berdiskusi dengan teman-teman di sekolah untuk mempertaham pengetahuannya.

Tak Ingin Bebani Sang Ibu

Semua itu dilakukan agar tidak membebani ibunya. 

Terlebih sejak ayahnya meninggal pada 2021 silam, ibunya harus berjuang lebih keras.

Sehari-hari, ibunya bekerja sebagai buruh tani.

"Kalau mau les juga kasihan sama ibu, biayanya mahal. Jadi saya mengandalkan pembelajaran di sekolah, nonton YouTube, cari soal di internet, atau nimbrung sama teman-teman yang lagi bahas soal," katanya, Kamis (16/7/2026).

Meski tidak ikut bimbel, Hanon mendapatkan skor rata-rata 730.

Pada subtes Penalaran Matematika dan Pengetahuan Kuantitatif, ia bahkan meraih skor masing-masing 800.

Kebahagiannya pun semakin tak terbendung karena berhasil mendapatkan subsidi UKT 100 persen, meski didahului permohonan banding.

Baca juga: UGM Bakal Terapkan Kurikulum Baru Tahun Ini, Tekankan Empat Pilar Utama

Ajukan Permohonan Banding 

Awalnya, ia mendapatkan subsidi UKT sebesar 75 persen. 

Dengan subsidi tersebut, UKT yang harus dibayarkan sekitar Rp3.375.000.

Nominal tersebut masih terlalu berat bagi keluarganya.

Akhirnya, ia pun memberanikan diri mengajukan permohonan banding.

Upaya tersebut berbuah manis. Beberapa hari setelahnya, pihak universitas mengabulkan permohonan banding yang diajukan.

"Alhamdulillah hasilnya UKT saya turun menjadi 100 persen atau jadi gratis. Saat itu saya langsung lari mengunjungi ibu ke sawah dan bilang kalau UKT saya jadi nol rupiah,” terangnya.

Doa Sang Ibu

Sukacita juga dirasakan oleh sang ibu, Tri Andayani (53). 

Tri bahagia putrinya bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Doa menjadi dukungan yang terus mengalir untuk keberhasilan buah hati.

"Saya tidak bisa membantu dia belajar atau membiayai bimbel di luar. Yang bisa saya lakukan hanya berdoa. Setiap mengantar sekolah, saya selalu berdoa semoga Hanon bisa kuliah di UGM. Alhamdulillah, sekarang doa kami dikabulkan," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.