SRIPOKU.COM - Didier Deschamps kembali gagal mempersembahkan gelar juara Piala Dunia untuk negaranya, Prancis.
Piala Dunia 2026 menjadi momen kebersamaannya yang terakhir dengan tim berjuluk Les Bleus tersebut.
Mantan gelandang Juventus ini sebelumnya hanya berhasil membawa Kylian Mbappe dan kolega menjadi runner-up Piala Dunia 2022.
Meski kini harus bersaing dengan Inggris untuk memperebutkan juara ketiga, Deschamps mengaku tetap antusias.
"Kami memang kecewa, tetapi ada tantangan lain di depan kami," kata Deschamps, dikutip dari situs resmi sepak bola Prancis oleh Sripoku.com, Kamis (16/7/2026) malam.
Baca juga: Kami Bertahan Terlalu Dalam, Bek Inggris Sesalkan Strategi Tuchel Usai Bobol Gawang Argentina
Tantangan lain itu, kata Deschamps, adalah Inggris yang dikalahkan Argentina di babak semifinal.
Kemenangan atas Three Lions dirasa Deschamps bisa menjadi kado terindah untuk masyarakat Prancis.
"Tugas kami adalah melakukan segala yang kami bisa untuk menang, baik untuk apa yang diwakili oleh jersey ini maupun untuk semua orang yang mendukung kami," kata pelatih yang sudah bersama Timnas Prancis sejak 8 Juli 2012 ini.
Deschamps sudah menjalani 186 laga bersama Timnas Prancis dan mempersembahkan 122 kemenangan.
Meski gagal di dua Piala Dunia terakhir, Deschamps sudah berhasil meninggalkan catatan prestasi untuk negaranya, yaitu juara Piala Dunia 2018 dan juara Liga Negara UEFA 2020/2021.
Kekalahan Prancis di tangan Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 sebenarnya tidak terlalu mengagetkan pecinta sepak bola.
Sebab, Spanyol juga berstatus tim hebat yang melaju ke babak semifinal tanpa pernah kebobolan.
Sama seperti Prancis, Tim Matador memiliki pemain berkualitas yang merata di setiap lini.
"Tetapi, apa yang diperlihatkan Prancis jauh di bawah ekspektasi, mereka sering berada di bawah tekanan Spanyol dan minim kreasi," kata seorang pecinta sepak bola di podcast Selebrasi Lokal 2026, Teguh.
Teguh mengatakan, kunci sukses Spanyol di laga tersebut salah satunya adalah mematikan pergerakan Michael Olise yang sebelumnya selalu tampil apik.
Selain itu, Timnas Prancis juga dinilai terlalu bertumpu pada Mbappe sebagai pencetak gol.
"Sementara Spanyol tetap bisa bermain dengan ciri khas sepak bola yang mereka miliki. Rodri dan rekan-rekan juga tidak gugup ketika Prancis mulai berani melakukan serangan," kata Teguh saat berada di Graha Tribun Palembang belum lama ini.
Simak analisa selengkapnya di sini: