Mimpi Kuliah di Kampus 28 Besar Dunia Makin Dekat, UI dan University of Sydney Resmikan Babak Baru
Dodi Hasanuddin July 16, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Kemitraan Universitas Indonesia (UI) dan The University of Sydney (USyd) memasuki fase baru.

Dalam kunjungan resmi yang dipimpin Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., ke kampus The University of Sydney pada 15 Juli 2026, kedua universitas memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Student Exchange Agreement sekaligus memperluas agenda kerja sama di bidang riset, pendidikan, dan pengembangan program akademik.

Fase ini akan menjadi pijakan baru bagi peningkatan mobilitas mahasiswa Indonesia dan Australia.

Baca juga: UI Buka Jalur Doktor Internasional Bersama RMIT University Australia

Lebih dari sekadar membuka kesempatan belajar lintas negara, kerja sama ini dirancang untuk memperkaya pengalaman akademik, memperluas jejaring internasional, serta membangun perspektif global bagi mahasiswa kedua universitas.

Dalam pertemuan tersebut, UI dan The University of Sydney membahas peluang penelitian bersama dengan melibatkan Sydney Southeast Asia Centre, University of Sydney Business School, dan Faculty of Science.

Bidang yang menjadi perhatian meliputi inovasi dan teknologi, bisnis berkelanjutan, tata kelola, pendidikan eksekutif, hingga geografi.

Di saat yang sama, kedua institusi menjajaki pengembangan program dual degree, peningkatan mobilitas dosen, serta penyusunan kurikulum bersama sebagai bagian dari kemitraan akademik jangka panjang.

Baca juga: Ringankan Beban, Mahasiswa Psikologi UI Gelar Trauma Healing Korban Penggusuran Lenteng Agung

Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, mengatakan bahwa penguatan kolaborasi dengan The University of Sydney merupakan langkah strategis untuk memperluas akses sivitas akademika UI terhadap ekosistem pendidikan dan riset internasional.

“Universitas menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, UI terus membangun kemitraan dengan universitas terbaik dunia untuk menghadirkan pendidikan, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini melahirkan lebih banyak kesempatan belajar, penelitian bersama, serta solusi yang memberikan dampak nyata bagi Indonesia maupun dunia,” ujar Prof. Heri.

Kemitraan UI dan The University of Sydney bukanlah hubungan yang baru dibangun. Selama lebih dari satu eknik, kedua universitas telah mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari penyelarasan kurikulum, peluang studi eknikl, penelitian bersama, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen.

Baca juga: Perkokoh Dana Abadi UI, Triputra Group dan UI Jalin Kolaborasi

Senior Deputy Vice-Chancellor and Provost the University of Sydney, Professor Annamarie Jagose, memandang bahwa kerja sama dengan UI adalah bagian penting dari penguatan jejaring akademik The University of Sydney di Asia Tenggara.

Menurutnya, hubungan The University of Sydney dengan Universitas Indonesia telah berkembang selama bertahun-tahun dan terus menunjukkan potensi yang besar.

Mereka menyambut baik penguatan kolaborasi ini dan berharap dapat memperluas kerja sama dalam mobilitas mahasiswa, penelitian, serta pengembangan program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Sebelumnya, Pada 2021, Fakultas Ilmu Administrasi UI menganugerahkan gelar Adjunct Professor kepada Prof. Lee Burns dari Graduate School of Government, The University of Sydney, atas kontribusinya dalam memperkuat kerja sama akademik, khususnya di bidang administrasi publik dan perpajakan internasional.

Pada 2024, Fakultas Teknik UI dan Faculty of Engineering, The University of Sydney, menandatangani perjanjian penyelenggaraan program double degree.

Baca juga: Kayuh 1.634 Kilometer, Anggota Mapala UI Tantang Diri Daki 13 Gunung di Jawa, Bali hingga NTB

Program yang mulai berjalan pada 2025 ini memungkinkan mahasiswa menempuh dua tahun studi di UI dan dua tahun di The University of Sydney untuk memperoleh gelar dari kedua universitas.

Kerja sama tersebut mencakup Program Studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Elektro.

Selanjutnya, komitmen UI dan The University of Sydney diperkuat melalui pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) pada April 2026.

Kesepakatan tersebut melandasi pengembangan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk penelitian bersama, konferensi ilmiah, pengembangan kurikulum, mobilitas akademik, serta penjajakan program gelar ganda yang lebih luas.

Selain bidang teknik, nursing juga menjadi salah satu area prioritas yang akan dikembangkan pada masa mendatang.

Baca juga: Kaji Pemikiran Natsir dan Buktikan Hal Ini, Yusril Raih Doktor Filsafat UI, Disalami Rocky Gerung

The University of Sydney merupakan universitas pertama di Australia dan termasuk salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia.

Dalam QS World University Rankings 2027, universitas ini menempati peringkat ke-28 dunia dan peringkat kedua di Australia.

Posisi tersebut menjadikannya sebagai mitra strategis UI dalam memperluas kolaborasi pendidikan tinggi di tingkat global.

Bagi UI, penguatan kemitraan ini bukan sekadar memperluas jejaring internasional, tetapi juga menghadirkan lebih banyak ruang bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Kolaborasi yang terus berkembang antara UI dan The University of Sydney menunjukkan bahwa kerja sama internasional menjadi fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang berdaya saing global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.