Petani Tebu Gondanglegi Kesulitan Cari Tenaga Tebang, Banyak Generasi Muda Pilih Kerja di Pabrik
Alga W July 16, 2026 10:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tantangan baru kini mengancam sektor pertanian tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Bagi pemilik lahan tebu, selain karena faktor cuaca, kurangnya minat tenaga kerja dari kalangan muda juga menjadi problem.

Baca juga: Satgas MBG Jember Rekomendasikan Penghentian Sementara SPPG Karangsono usai Kejadian Keracunan

Salah seorang petani dari Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Muhamad Muqaddas, membenarkan adanya fenomena tersebut.

Ia merasa cukup kesulitan untuk mencari tenaga kerja, baik itu untuk tanam maupun panen tebu.

"Seiring berjalannya waktu, sekarang cari tenaga kerja itu susah. Dan semakin berkurang," kata Muqaddas, Kamis (16/7/2026).

Ia menyampaikannya di sela-sela kunjungan kerja Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq.

Turunnya minat tenaga kerja di sektor pertanian ini paling banyak terjadi di kalangan anak muda.

Mereka lebih memilih bekerja di pabrik dibanding harus melakukan aktivitas tebang tebu di sawah.

Di sisi lain, alasan generasi muda lebih memilih bekerja ke pabrik.

Alasannya, karena upah yang diberikan cukup minim.

Ia menyebutkan, upah tebang tebu dihargai Rp8.000 per kuintal.

Sistem pemberian upah dilakukan secara borongan untuk lima pekerja.

Jika rata-rata dalam satu hari pekerja mampu menebang 80 kuintal dikali Rp8.000, hasilnya Rp640.000.

Upah tersebut kemudian dibagi untuk lima pekerja, maka per orang mendapatkan Rp128.000 per hari.

"Sebetulnya penghasilannya tebang itu banyak, tapi anak muda itu kayaknya malas karena tebangnya kotor. Makanya itu pindah ke pabrik," tuturnya.

Untuk menghadapi kendala ini, petani tebu pun beralih ke mesin.

Namun, tidak semua petani memiliki mesin tebang tebu, sehingga mau tidak mau mereka harus menyewa dengan biaya yang lebih mahal.

Sebagaimana diketahui, pemerintah kini sedang mengejar swasembada gula konsumsi nasional, dengan target sebesar 2,8 juta ton.

Di Kabupaten Malang, produksi tebu pada 2025 sebesar 4,3 juta ton dengan luas lahan 48.000 hektar.

"Di lahan saya produksi tebu itu 1,5 ton per hektar. Setelah panen ini kita sudah bermitra dengan PG Krebet Baru. Jadi setelah panen, langsung kirim," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.