Dari Air Mata Menjadi Gerakan Dunia: Kisah Natalia Tjahja dan Penyandang Disabilitas | Ngocak Febby
Tribun-video July 16, 2026 11:42 PM

TRIBUN-VIDEO – Kehilangan putri semata wayangnya, Maria Monique, menjadi titik balik hidup Natalia Sutrisno Tjahja. 

Natalia mengungkap pesan yang diyakininya sebagai misi terakhir sang putri: "Mom, go around the world. Find unfortunate kids. And give them happiness."

Berawal dari pesan itulah, Natalia membangun berbagai program, mulai dari konser amal zero budget, pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai tim kreatif, hingga gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes (CTFP) yang telah menghimpun 638 pesan dari tokoh dunia untuk atlet difabel.

Gerakan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons, yang menilai misinya sejalan dengan semangat Paralympic dalam membangun dunia yang lebih inklusif melalui olahraga.

Bagaimana seorang ibu mengubah kehilangan menjadi gerakan yang menginspirasi dunia?

Mengapa atlet difabel menjadi pusat pengabdiannya?

Bagaimana ia mampu menggerakkan ratusan tokoh dunia tanpa anggaran besar?

Dan benarkah semua itu berawal dari satu pesan terakhir sang putri?

Temukan jawabannya dalam wawancara eksklusif Tribun Network, hanya di kanal YouTube Tribunnews!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.