POS-KUPANG.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses menyalurkan KUR 2026 senilaiRp84,36 triliun selama Januair - Mei 2026.
Angka tersebut setara dengan 46,87 persen dari total alokasi Rp 180 Triliun. Hal itu mempertegas posisi BRI sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintahan Prabowo.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Kamis 18 Juni 2026, memaparkan, mayoritas pembiayaan bersubsidi ini sengaja dialirkan ke sektor-sektor produktif guna memicu multiplier effect terhadap lapangan kerja dan produktivitas basis ekonomi daerah.
Hal itu dibuktikan dengan porsi penyaluran ke sektor produktif yang tercatat mendominasi hingga 67,18?ri total kredit yang dilepas ke pasar.
Baca juga: Hingga Mei 2026, Bank Mandiri Berhasil Salurkan Rp17,77 Triliun KUR 2026 kepada 135.829 pelaku UMKM
Ia menegaskan KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.
Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, kata Akhmad, UMKM dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan
Dikatakan Akhmad, dalam mendukung agenda strategis ketahanan pangan nasional, sektor pertanian tampil sebagai tulang punggung utama penerima modal kerja dari BRI. Dana KUR yang berhasil diserap oleh para petani di berbagai wilayah di tanah air menyentuh angka Rp35,91 triliun.
Akhmad menambahkan, fokus penyaluran ke ceruk produktif ini dirancang selaras untuk mendukung program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia. Fokus pilar tersebut berorientasi pada kemandirian pangan, penumbuhan jiwa kewirausahaan, serta pemerataan roda ekonomi melalui klaster UMKM.
Baca juga: Penyaluran KUR 2026 Hingga Juli Tembus Rp 159,8 Triliun, 2,5 Juta Pelaku UMKM Berhasil Dijangkau
Kinerja Penyaluran KUR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
| Indikator Operasional & Pembiayaan | Capaian Kinerja KUR BRI | Urgensi & Sektor Sasaran |
| Realisasi Jan–Mei 2026 | Rp84,36 Triliun | Mengisi 46,87?ri total target pagu tahunan Rp180 Triliun. |
| Porsi Klaster Produktif | 67,18?ri Total Kredit | Fokus penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor riil. |
| Sektor Pertanian (Pangan) | Rp35,91 Triliun | Kontributor terbesar pendukung kemandirian pangan daerah. |
| Rekam Jejak Kumulatif (2015–2026) | Rp1.520 Triliun | Telah didistribusikan kepada 48,1 juta penerima manfaat. |
Baca juga: Bank BTN Tawarkan Plafon Pinjaman KUR Hingga Rp500 Juta dengan Suku Bunga 6 Persen
Jika ditarik secara historis sejak program ini digulirkan pada tahun 2015 hingga posisi Mei 2026, emiten bersandi saham BBRI ini secara akumulatif telah menggelontorkan dana KUR fantastis mencapai Rp1.520 triliun. Amunisi modal kerja tersebut sukses diserap oleh lebih dari 48,1 juta debitur atau penerima manfaat di seluruh penjuru Indonesia.
Langkah perluasan inklusi keuangan yang konsisten ini mengonfirmasi peran strategis perbankan BUMN dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertebal bantalan ekonomi nasional menghadapi tantangan makro globaL. (*)