Eks Menlu Iran Desak Serangan Darat ke Pangkalan Militer AS: Tangkap Ribuan Tentara, Bawa ke Teheran
Nur Rohman Urip July 16, 2026 11:42 PM

Mantan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mendesak negaranya untuk melancarkan perang darat dengan Amerika Serikat (AS).

Targetnya adalah pangkalan militer AS di Timur Tengah beserta ribuan personelnya.

Desakan itu disampaikan Mottaki dalam wawancara bersama media pemerintah Iran, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, pasukan Iran harus menyusup dan menguasai pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Dengan begitu, upaya penculikan terhadap ratusan atau bahkan ribuan tentara AS bisa dilakukan.

"Usulan saya adalah kita melancarkan serangan darat ke salah satu pangkalan AS di wilayah tersebut, menangkap 100 personel Amerika dan membawa mereka ke Iran," kata Mottaki, dikutip dari Iran International pada Kamis (16/7/2026).

Mottaki menilai, tindakan itu merupakan balasan atas serangan AS yang diluncurkan ke Iran baru-baru ini.

Namun dalam wawancara tersebut, ia tidak menjelaskan bagaimana strategi perang darat itu diwujudkan.

Mottaki saat ini menjabat sebagai anggota parlemen Iran.

Pekan lalu, ia mengatakan bahwa nota kesepahaman antara AS dan Iran adalah sebuah rencana penipuan.

Menurutnya, Washington memiliki rencana jahat di balik kerangka perdamaian tersebut.

Ucapan Mottaki yang tak kalah kontroversial juga dilontarkan pada Mei 2026.

Saat itu, ia mengatakan secara lantang bahwa Bahrain merupakan boneka AS.

Pasalnya, negara tersebut menyusun resolusi anti-Iran mengenai pengelolaan Selat Hormuz di Dewan Keamanan PBB.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.