Baca juga: 7.588 Petugas Sensus Dikukuhkan, Kepala BPS Ungkap Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan
PRABUMULIH — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, mencatat progres menggembirakan pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hingga hari ke-30 pendataan, para petugas di lapangan telah berhasil merampungkan sekitar 48 persen dari total target sasaran yang ditentukan.
Pihak BPS optimistis sisa target pendataan akan dapat diselesaikan secara tepat waktu dan menyeluruh tanpa kendala yang berarti.
Kepala BPS Kota Prabumulih, Jupni Amnus, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa meskipun petugas kerap dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem hingga kendala teknis di lapangan, komitmen penegakan standar operasional prosedur (SOP) tetap diutamakan demi menghasilkan data yang valid.
"Alhamdulillah, per hari ke-30 ini, akumulasi pendataan kami sudah menyentuh angka 48 persen dari total sasaran di Prabumulih. Di lapangan tentu ada dinamika, mulai dari cuaca panas terik hingga rumah warga yang kosong saat didatangi, tetapi tim tetap bekerja ekstra keras," ujar Jupni Amnus saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Jupni mengakui terdapat sebagian kecil masyarakat yang sempat enggan didata.
Hal tersebut umumnya disebabkan oleh kurangnya pemahaman warga mengenai tujuan, manfaat, serta kerahasiaan data dalam program Sensus Ekonomi 2026.
"Ada riak penolakan kecil, namun setelah petugas memberikan edukasi secara humanis mengenai pentingnya sensus ini untuk arah kebijakan ekonomi daerah, warga akhirnya bersedia diwawancarai," jelas pria asal OKU Timur tersebut.
Ia juga meluruskan kekhawatiran sebagian warga mengenai pengambilan dokumentasi rumah tinggal.
Sesuai dengan SOP terbaru BPS, dokumentasi visual yang diambil petugas hanya terbatas pada bagian luar rumah, seperti tampak depan dan ruang tamu, untuk memverifikasi kesesuaian variabel data, bukan area privat warga.
"Dokumentasi tersebut murni untuk kebutuhan pencocokan variabel statistik. Kami jamin BPS memegang teguh asas kerahasiaan data pribadi sesuai undang-undang, dan foto tersebut tidak akan dipublikasikan ke media mana pun," tegas Jupni.
Untuk wilayah Kota Prabumulih, BPS menargetkan pendataan terhadap sekitar 65 ribu rumah tangga dan unit usaha.
Seluruh rangkaian sensus ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Agustus 2026 mendatang.
Sebagai informasi, Sensus Ekonomi merupakan program nasional berskala besar yang digelar setiap 10 tahun sekali.
Data komprehensif yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 ini akan menjadi landasan utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan ekonomi untuk satu dekade ke depan (periode 2026–2036).
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 di Lubuklinggau, Kepala BPS: Banyak Penolakan dari Masyarakat