JUKE Rangkum Kisah Kehilangan dan Cinta Kandas di Mini Album Terbaru
Willem Jonata July 16, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Band pop rock alternatif asal Jakarta, JUKE, resmi merilis mini album (EP) perdana bertajuk Inikah Cinta. 

Karya tersebut menjadi penanda perjalanan panjang grup musik itu setelah lebih dari satu dekade berkarya.

EP Inikah Cinta berisi lima lagu yang mengangkat tema cinta dan kehidupan. JUKE menghadirkan nuansa pop rock romantis yang terinspirasi dari musik Indonesia era 2000-an dengan sentuhan yang lebih segar dan relevan bagi pendengar masa kini.

Perjalanan JUKE bermula pada 2011 dari sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Pondok Gede, Jakarta. Saat itu, vokalis Jue bersama sahabatnya, Kris, tengah melakukan proses rekaman di studio milik rekannya, Tegi.

Baca juga: Lauren Bennett Penyanyi Tembang Hits Party Rock Anthem Meninggal Dunia di Usia 37 Tahun

Dari tempat itulah nama JUKE pertama kali lahir dan menjadi awal perjalanan musik mereka.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2012, JUKE resmi terbentuk sebagai proyek musik berdua. Seiring berjalannya waktu, grup tersebut berkembang menjadi format band pada 2018.

Setelah melewati berbagai pergantian personel dan proses pencarian karakter musik, formasi yang terdiri dari Jue, Wahyu, Adi, Rijal, Fatar, dan Yani akhirnya menemukan chemistry terbaik dan resmi solid pada 2025.

Melalui EP Inikah Cinta, JUKE mengangkat cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kisah cinta, kehilangan, keluarga, hingga harapan.

Seluruh lagu dalam EP ini lahir dari pengalaman pribadi sang vokalis yang kemudian dituangkan menjadi lirik sederhana namun sarat emosi sehingga mudah dipahami dan dirasakan oleh banyak orang.

“Lagu utama bertajuk Inikah Cinta mengisahkan seorang pria yang jatuh hati kepada perempuan yang ditemuinya di sebuah persimpangan jalan,” ujar JUKE dari keterangan resmi yang diterima, Kamis (16/7/2026).

“Meski sempat diliputi rasa gugup dan takut mengungkapkan perasaannya, keberanian akhirnya membawa kisah tersebut menuju akhir yang manis,” lanjutnya.

Selain lagu utama, EP ini juga menghadirkan empat lagu lain dengan cerita yang berbeda.

Lagu Saat-Saat Bersamamu bercerita tentang perjuangan seorang ayah yang membesarkan anaknya seorang diri setelah rumah tangganya hancur.

Sementara Waktu Berlalu mengangkat kerinduan seseorang kepada cinta pertamanya yang menghilang tanpa kabar.

Adapun Pergilah menggambarkan sebuah hubungan yang harus berakhir karena kedua pihak tak lagi menemukan tujuan dan kenyamanan bersama.

Dua lagu lainnya, Hijrah dan Cerita Kita, melengkapi perjalanan emosional yang ingin disampaikan JUKE dalam EP tersebut.

Dibandingkan karya-karya sebelumnya, JUKE memilih pendekatan yang lebih sederhana, baik dari segi aransemen maupun lirik.

Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan utama agar setiap lagu mudah diingat sekaligus mampu membangun kedekatan emosional dengan para pendengar.

Bagi JUKE, Inikah Cinta bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan catatan perjalanan hidup yang dituangkan ke dalam karya musik.

Melalui perilisan EP perdana ini, JUKE berharap setiap pendengar dapat menemukan bagian dari kisah mereka sendiri di setiap lagu, sekaligus menjadikan Inikah Cinta sebagai langkah awal menuju perjalanan yang lebih besar di industri musik Indonesia.

(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.