TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah populasi lansia di Indonesia terus meningkat hingga mencapai lebih dari 34 juta jiwa, namun kualitas hidup mereka masih menghadapi tantangan serius.
Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tingkat prevalensi luka dekubitus atau luka tekan pada lansia di Indonesia masih berada di atas angka 30 persen.
Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup lansia, tapi juga memberikan beban fisik serta psikologis yang signifikan bagi keluarga maupun perawat atau caregiver.
Dokter spesialis kulit Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp. DAI, FINSDV, FAADV, menjelaskan kerentanan lansia terhadap luka tekan.
Menurutnya, posisi tubuh statis atau tidak bergerak yang terlalu lama memberikan tekanan konstan pada jaringan kulit.
Selain itu, lanjut dia, paparan urine dan kotoran yang berulang menciptakan kondisi lembap yang meningkatkan pH kulit, merusak fungsi pelindung, serta memicu iritasi dan maserasi.
"Kondisi kulit yang lembap membuat jaringan lebih mudah mengalami erosi dan rentan terhadap gesekan atau pergeseran saat bergerak," jelas dr. Windy, dalam webinar nasional bertajuk "Menuju Nol Dekubitus: Manajemen Keperawatan Komprehensif Inkontinensia Urine & Kesehatan Kulit Lansia" yang digagas Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN).
Untuk menekan angka tersebut, praktisi keperawatan Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An, ETN, menyampaikan lima langkah pencegahan dekubitus yang dapat diterapkan di rumah.
Pertama, kata dia, ubah posisi tubuh lansia secara berkala setiap dua jam untuk mengurangi tekanan pada titik tumpu.
Kemudian, Inspeksi kulit secara rutin setiap hari untuk mendeteksi tanda kemerahan sejak dini. Selanjutnya, hindari memijat area kulit yang sudah mulai memerah.
"Jaga kebersihan tempat tidur agar sprei selalu dalam kondisi rapi, bersih, dan kering dan pilih popok dewasa yang tepat dengan teknologi sirkulasi udara baik guna memastikan area kulit tidak pengap dan tetap kering," terangnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, mengatakan bahwa pihaknya memiliki misi mewujudkan masyarakat simbiosis Indonesia yang sehat, mandiri, nyaman, dan bahagia.
Baca juga: Jaga Kesehatan Gigi Cegah Risiko Penyakit Sistemik: Lansia di Colomadu Dapat Pemeriksaan Gratis
"Di tahun ini kami melangkah lebih jauh dengan mengedukasi lebih dari 1.000 tenaga medis melalui kolaborasi Webinar Nasional bersama PPNI. Melalui edukasi dan menyebarluaskan cara penanganan lansia yang tepat secara berkelanjutan dengan melibatkan para ahli, kami ingin berkontribusi nyata dalam mewujudkan nol luka dekubitus di Indonesia demi menjaga kehidupan lansia yang sehat dan bermartabat," tandasnya.