TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris meluncurkan tiga dokumen strategis untuk mempercepat transisi sektor maritim menuju ekosistem rendah karbon.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pelabuhan dan operator pelayaran dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Peluncuran dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) bersama mitra pelaksana Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM).
Tiga dokumen yang diperkenalkan meliputi Buku Panduan Efisiensi Energi Sektor Maritim, Kajian Bahan Bakar Alternatif, dan Kajian Optimalisasi Onshore Power Supply (OPS).
Buku panduan efisiensi energi disusun sebagai acuan praktis bagi operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Baca juga: Dekarbonisasi Dipacu Lewat Energi Terbarukan dan Bahan Bakar Rendah Karbon
Sementara itu, kajian bahan bakar alternatif mengulas peluang pemanfaatan bahan bakar rendah karbon beserta model bisnis dan strategi transisinya.
Adapun kajian OPS berisi rekomendasi penyediaan pasokan listrik dari darat agar kapal tidak bergantung pada mesin bantu berbahan bakar diesel saat bersandar di pelabuhan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi laut. Program ini juga mendukung target dekarbonisasi maritim yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO) serta kebijakan nasional menuju Net Zero Emission 2060.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Panjaitan, mengatakan transformasi menuju green shipping dan green ports menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing pelayaran nasional di tengah tuntutan pengurangan emisi global.
"Sebagai regulator, kami ingin memastikan armada nasional dan pelabuhan Indonesia terus bergerak menuju green shipping dan green ports. Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga menjaga daya saing pelayaran Indonesia di tingkat global," ujar Lollan saat membuka Forum Kolaboratif UK PACT di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, UK Minister-Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Peter Rajadiston, mengatakan kerja sama tersebut mencerminkan komitmen kedua negara dalam mendorong pertumbuhan hijau melalui pengembangan sektor maritim yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, ketiga dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih berbasis data sekaligus mendorong investasi pada teknologi dan infrastruktur maritim rendah karbon.
Direktur Eksekutif IREEM, Arief Yunan, menambahkan bahwa dokumen tersebut dirancang untuk menjembatani target dekarbonisasi dengan implementasi di lapangan.
"Melalui panduan yang lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan industri, kami berharap para pemangku kepentingan memiliki landasan yang lebih kuat untuk mempercepat penerapan solusi rendah karbon. Ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, industri, mitra pembangunan, dan lembaga teknis dalam mendorong transformasi maritim yang berkelanjutan," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perhubungan, PT PELNI (Persero), dan PT Pelindo (Persero) menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat penerapan efisiensi energi, pemanfaatan teknologi rendah karbon, serta pengembangan ekosistem maritim yang lebih berkelanjutan di Indonesia.