Ratusan Personel Kepolisian Amankan Distribusi BBM di 325 SPBU dalam Wilayah Sumut
Misran Asri July 16, 2026 11:54 PM

PROHABA.CO, MEDAN - Sebanyak 786 personel Kepolisian di Jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) dikerahkan untuk mengamankan distribusi BBM di 325 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam Wilayah Sumut.

Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM kepada masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan terhindar dari gangguan, termasuk potensi antrean panjang. 

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari respons aparat terhadap dinamika distribusi BBM di lapangan, sekaligus bentuk dukungan terhadap kelancaran pelayanan publik di sektor energi. 

Karo Ops Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, menjelaskan pelibatan 786 personel untuk melakukan pengamanan di ratusan SPBU. 

"Kami melibatkan 786 personel untuk pengamanan selama 24 jam secara bergantian di 325 SPBU," ujar Dwi di Medan, Kamis (16/7/2026) dikutip dari Kompas.com. 

Ratusan SPBU yang menjadi fokus pengamanan tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis, di antaranya Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, serta Kabupaten Deli Serdang. 

Baca juga: Krisis BBM di Aceh Tamiang Berlanjut, DPRK Desak Pertamina Segera Normalkan Distribusi

Pengamanan dilakukan secara bergiliran selama 24 jam untuk memastikan seluruh aktivitas di SPBU berjalan tertib. 

Kombes Dwi menjelaskan bahwa langkah pengamanan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi lintas instansi. 

Rapat tersebut melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, serta jajaran kepolisian resor. 

"Dari hasil rapat koordinasi itu, ada pemutusan kerja dari Pertamina, terutama untuk awak mobil tangki," ucapnya. 

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah awak mobil tangki (AMT) yang bertugas mendistribusikan BBM ke SPBU. 

Kekurangan tenaga ini berpotensi menghambat distribusi jika tidak segera diantisipasi. 

Baca juga: Krisis BBM Aceh Tamiang Belum Teratasi, Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu

Untuk mengatasi keterbatasan AMT, Polda Sumatera Utara bersama TNI mengambil langkah dengan menugaskan personel yang memiliki kemampuan mengemudikan mobil tangki dan telah terlatih. 

"Kami berkomitmen kekurangan AMT diisi dengan personel. Dari Pertamina juga sudah ada penggantinya, serta kami menawarkan pemilik SPBU dan Pertamina untuk menghindari terjadinya penyimpanan perjalanan," ucap Dwi. 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di seluruh SPBU yang melayani masyarakat. 

Selain pengamanan di SPBU, aparat kepolisian juga melakukan pengawalan terhadap armada pengangkut BBM dari depot Pertamina menuju lokasi tujuan. 

Baca juga: Polres Nagan Raya Tetapkan Dua Operator SPBU Jadi Tersangka Kasus BBM Subsidi

Hal ini dilakukan untuk mempercepat distribusi serta mencegah hambatan di perjalanan. 

Wakapolres Pelabuhan Belawan, Komisaris Polisi Dedy Dharma, menyampaikan bahwa pengawalan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan BBM. 

"Pengawalan itu dilaksanakan dalam rangka mempercepat pendistribusian BBM kepada masyarakat," tuturnya. 

Dengan adanya pengawalan, diharapkan distribusi BBM dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, terutama di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.