Konvoi Geng Motor Diduga Libatkan Pelajar, Dikbud Seluma Keluarkan Imbauan
M Syah Beni July 16, 2026 10:45 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak setelah maraknya aksi konvoi geng motor yang diduga melibatkan pelajar atau anak usia sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan bahwa sebagian peserta konvoi geng motor diduga masih berstatus pelajar.

Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Safu'i, menegaskan peran keluarga sangat penting untuk mencegah anak terjerumus ke dalam aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Orang tua harus meningkatkan pengawasan terhadap anak setelah selesai mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pastikan anak berada di lingkungan yang baik dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, termasuk aksi konvoi geng motor," kata Munarwan saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (16/7/2026).

Menurut Munarwan, pembinaan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua di lingkungan keluarga.

"Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan taat terhadap aturan," ujarnya.

Selain mengimbau para orang tua, Munarwan juga meminta seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Seluma memperkuat pendidikan karakter kepada peserta didik.

Baca juga: Begini Cara KPK Menyesuaikan Penanganan Korupsi Setelah KUHAP Baru

Ia menginstruksikan agar guru terus mengingatkan siswa mengenai dampak negatif bergabung dengan geng motor maupun melakukan aksi konvoi di jalan raya yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

"Setiap guru memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi kepada siswa agar tidak ikut-ikutan dalam aksi geng motor. Pendidikan karakter harus terus diperkuat sehingga anak-anak memahami mana perilaku yang benar dan mana yang melanggar aturan," ujarnya.

Munarwan berharap seluruh elemen, mulai dari orang tua, sekolah, masyarakat, hingga aparat penegak hukum, dapat bersinergi dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda. Menurutnya, upaya pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran hukum.

"Dengan pengawasan yang baik dari keluarga dan pembinaan di sekolah, kami berharap para pelajar di Kabupaten Seluma tidak terlibat dalam aksi geng motor maupun kenakalan remaja lainnya sehingga dapat fokus belajar dan meraih prestasi," tutup Munarwan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.