Pasca Dua Turis China Tewas Tenggelam, Pulau Kelor Labuan Bajo Akan Ditata Ulang
Nofri Fuka July 16, 2026 10:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Tragedi tenggelamnya dua wisatawan asal China di perairan Pulau Kelor, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (15/7/2026), menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mempercepat penataan destinasi wisata tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait infrastruktur pendukung dan aspek keselamatan wisatawan.

Menurut Petrus, pemerintah bersama instansi terkait juga telah melakukan koordinasi untuk memastikan legalitas para pelaku usaha yang terlibat dalam aktivitas wisata di Pulau Kelor.

"Berdasarkan informasi sementara yang sudah masuk kepada saya, pelaku usaha yang terlibat dalam transportasi maupun kegiatan wisata di lokasi tersebut telah memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku," ujar Petrus, Kamis (16/7/2026).

 

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Mulai Kembangkan Wisata Daratan, Kurangi Ketergantungan pada TN Komodo

 

 

Meski demikian, ia menegaskan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan destinasi wisata tidak hanya membutuhkan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dukungan fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk menjamin keselamatan pengunjung.

Petrus menyebut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebenarnya telah memiliki rencana penataan ulang Pulau Kelor sebelum insiden tersebut terjadi.

Berbagai masukan masyarakat terkait kondisi sarana dan prasarana di destinasi itu telah menjadi perhatian pemerintah.

"Jauh sebelum kejadian ini, pemerintah kabupaten sudah merespons berbagai aspirasi masyarakat terkait penataan ulang destinasi Pulau Kelor," katanya.

Rencana penataan tersebut mencakup peningkatan infrastruktur pendukung, penyediaan fasilitas keselamatan, serta pengelolaan kawasan agar aktivitas wisata dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Sementara itu, dua wisatawan China yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni Guo Xingyu (29) dan Sha Gingyang (30), hingga Kamis (16/7/2026) masih berada di kamar jenazah RSUD Komodo, Labuan Bajo. Proses pemulangan jenazah masih menunggu kedatangan keluarga korban dari China.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Mathaus, mengatakan pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT untuk diteruskan kepada Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

"Kami telah berkoordinasi agar informasi ini segera diteruskan kepada perwakilan RRT untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan informasi dari Konjen di Bali, keluarga korban sudah menerima kabar dan akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat," ujar Charles.

Ia menyebut waktu kedatangan keluarga korban belum dapat dipastikan, namun proses penanganan akan dilakukan secepatnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena terjadi di salah satu destinasi wisata unggulan Labuan Bajo.

Pemerintah berharap evaluasi dan penataan Pulau Kelor dapat meningkatkan standar keselamatan wisata serta mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Iar) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.