BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tapin menargetkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 lebih tinggi dibandingkan Pilkada.
Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Tapin, Tomy Arrizky, mengatakan optimisme tersebut muncul karena masyarakat mengenal langsung para calon kepala desa yang bertarung di wilayah masing-masing.
"Kami berharap partisipasi pemilih lebih tinggi daripada Pilkada, karena masyarakat mengenal calon yang dipilih," ujarnya.
Untuk meningkatkan angka kehadiran pemilih, DPMD telah menginstruksikan panitia pemilihan desa memperbanyak sosialisasi melalui spanduk, pengumuman hingga media informasi lainnya.
Baca juga: Usai Penetapan Calon, Surat Suara Pilkades di Tapin Mulai Dicetak
Baca juga: Puluhan Titik Api Muncul di HSS Hingga Juli, Lahan Terbakar Capai 3,8 Hektare
Tomy menyebut daftar pemilih tetap (DPT) mencapai sekitar 30.700 orang. Dengan tambahan cadangan surat suara sebesar 2,5 persen, total surat suara yang disiapkan diperkirakan mencapai lebih dari 31 ribu lembar.
Ditanya tingkat kerawanan menjelang Pilkades Serentak 2026. Tomy Arrizky, mengatakan pemetaan dilakukan melalui rapat koordinasi bersama unsur pengamanan dengan Satpol PP dan unsur pengamanan lainnya.
"Sudah ada pemetaan wilayah yang masuk kategori hijau, kuning hingga merah," ujarnya.
Menurut Tomy, perhatian khusus diberikan pada desa yang memiliki empat tempat pemungutan suara (TPS).
Hal itu, karena proses rekapitulasi suara akan terpusat di satu titik sehingga membutuhkan pengamanan dan pengawasan lebih intensif.
Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar empat hingga tujuh desa yang memiliki empat TPS.
"Kami meminta pengawasan lebih pada desa-desa yang memiliki empat TPS agar seluruh tahapan berjalan lancar dan aman," katanya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)