TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Gibranisti Taufik Bilfaqih melaporkan pakar telematika Roy Suryo kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Gibranisti adalah kelompok relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Taufik melaporkan Roy Suryo setelah merasa nama baiknya dicemarkan oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2805/VII/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan, tertanggal Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Taufik, laporan berawal dari polemik tentang validasi gelar S-3 Roy Suryo di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dia merasa difitnah Roy Suryo yang menuduhnya menyebarkan hoaks.
“Jadi kaitannya soal pencemaran nama baik, penghinaan, kehormatan, harga diri saya yang kemudian ada glorifikasi dari yang bersangkutan sehingga membuat orang-orang itu menilai saya ini adalah pemfitnah, saya ini pembohong, penyebar hoaks. Nah, ini saya enggak terima,” kata Taufiq kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis.
Perseteruan bermula dari Taufik yang menelusuri status kemahasiswaan Roy Suryo di UNJ. Tindakan Taufik itu ditanggapi oleh Roy Suryo lewat pernyataan dalam konferensi pes yang dianggap menyudutkan Taufik.
“Gara-gara dia mengklarifikasi soal UNJ-nya semakin kami temukan banyak hal yang janggal, termasuk juga dari pernyataan-pernyataan beliau yang entah itu kepleset,” ujar Taufik.
“Dan aku juga melihat kadang-kadang bukan cuma kepleset, ini ada mens rea-nya gitu. Apalagi dia menuduh saya, dia memfitnah (bahwa) saya memfitnah dia. Dia menuduh saya bahwa saya menuduh dia (Roy Suryo) ijazahnya palsu,” katanya.
Roy Suryo pun menanggapi laporan yang dibuat oleh Taufik.
“Kita tunggu saja ya apa yang dilaporkan itu dan maka konsekuensinya adalah mereka-mereka yang melaporkan kalau tidak terbukti harus tanggung jawab. Enggak apa-apa, silakan laporkan dan kalau Anda tidak cabut laporannya itu nggak apa-apa, saya justru akan melakukan juga upaya hukum yang lain,” kata Roy Suryo, Kamis, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Taufik Bilfaqih dikenal sebagai pemilik kanal YouTube Bang Bill Offside dan laman Facebook Tifosi Gibranisti.
Baca juga: Roy Suryo Santai Dipolisikan Buntut Polemik Ijazah S3 UNJ, Pamer Transkrip Akademik IPK 3,86
Dia menamatkan pendidikan menengah di MAN MODEL Manado tahun 2004. Kemudian Taufik melanjutkan pendidikan S-1 di STAN Samarinda (2004-2009), S-2 di Universitas Samratulangi Manado (2010-2013), dan S-3 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Manado (2019-2023).
Dalam karier akademiknya, Taufik tercatat pernah menjadi Kepala Sekolah SMA Alhikam dari tahun 2015 hingga 2017. Kemudian, dia menjadi dosen di IAIN Manado mulai tahun 2016 sampai dengan 2018.
Taufik sempat berkecimpung di sejumlah organisasi, antara lain Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia (sebagai ketua tahun 2006-2023), PWNU Lesbumi Sulut (sebagai ketua tahun 2015-2019), dan Gusdurian Manado (sebagai koordinator dari tahun 2016-2023)
Lalu, di laman Facebook, dia menyebutkan pernah bekerja di Indodax sejak 2014 hingga sekarang dan bekerja sebagai trader di Octafx Investment.
Menjadi politikus PSI
Pada tahun 2018 Taufik terpilih sebagai Komisioner Bawaslu Manado. Namun, dia memilih mengundurkan diri tahun 2023.
“Saya ini 4,5 tahun sebagai penyelenggara. Bayangkan saya melaksanakan pengawasan tahapan pemilu, tapi sudah berhasrat untuk jadi caleg. Saya tidak mau melanggar etika,” kata Taufik, Mei 2023.
Dia mengaku sudah terbiasa dengan politik praktis karena keluarganya berlatar belakan politikus. Ayah Taufik adalah Ketua PKB Tarakan. Sementara itu, kakaknya adalah anggota DPRD Minahasa Tenggara dari Partai Gerindra.
Berbeda dengan sejumlah anggota keluarganya, Taufik memilih PSI sebagai kendaraan politiknya. Dia menilai PSI sejalan dengan visinya. Di samping itu, dia bergabung dengan PSI karena alasan hitung-hitungan politik dan pragmatisme.
Pada Pemilu 2024, Taufik maju di Daerah Pemilihan Kota Manado 5 yang meliputi Kecamatan Tikala dan Paal Dua.
Baca juga: Roy Suryo Dipolisikan Ketua Gibranisti Buntut Kisruh Validasi Gelar S3 di UNJ
(Tribunnews/Febri/Alfarizy)