Jude Bellingham mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dalam pertukaran kata panasnya dengan Lionel Messi saat Inggris kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia. Gelandang muda tersebut menegaskan tidak ada permusuhan antara keduanya dan menjelaskan bahwa percakapan itu hanyalah bagian dari intensitas pertandingan besar dengan tekanan tinggi.
Bellingham meredakan isu tentang adu mulut dengan Messi
Insiden tersebut terjadi dalam kemenangan 2-1 Argentina atas Inggris di babak semifinal Piala Dunia. Pada babak pertama, Bellingham dan Messi terlibat dalam perdebatan sengit setelah keputusan wasit yang menguntungkan pihak Amerika Selatan. Momen itu langsung menarik perhatian publik, namun Bellingham menepis anggapan adanya dendam atau ketegangan setelah laga berakhir. Ia menegaskan bahwa pembicaraan itu hanya berkaitan dengan pelanggaran dan merupakan luapan emosi yang wajar dalam pertandingan sebesar itu.
Bellingham ungkap isi percakapan dengan Messi
Berbicara setelah pertandingan, Bellingham menjelaskan bahwa perdebatan itu bermula dari ketidaksepakatan terhadap keputusan wasit. Gelandang Inggris tersebut mengatakan bahwa keduanya sedang membahas insiden yang berbeda dan menegaskan tidak ada masalah pribadi di antara mereka.
“Obrolan dengan Messi? Sebenarnya, kami berdebat soal pelanggaran. Tidak ada yang serius. Saya yakin orang-orang akan membesar-besarkan, tapi sebenarnya itu bukan apa-apa,” jelas Bellingham, dikutip dari AS.
“Saya pikir ada pelanggaran sebelumnya, dan dia bilang, ‘Bagaimana dengan pelanggaran terhadap saya?’ Lalu saya jawab, ‘Kamu cukup kuat untuk menahannya,’ kamu tahu maksud saya.”
Rasa hormat tetap ada meski Inggris kecewa
Meski emosi memuncak selama laga, Bellingham tetap menunjukkan rasa hormat besar kepada Messi setelah peluit akhir dibunyikan. Pemain internasional Inggris itu menyebut menghadapi kapten Argentina sebagai sebuah kehormatan, meski timnya harus menelan kekalahan. Bellingham juga merenungkan kegagalan terbaru Inggris untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan trofi besar dan menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar.
“Jelas, saya berada di pihak yang kalah, dan itu sangat menyakitkan, tetapi merupakan kehormatan bisa bermain melawan salah satu yang terbaik,” katanya. “Sungguh menyedihkan. Saya ingin menjadi bagian dari tim Inggris yang akhirnya berhasil meraih gelar. Harus kembali mengatakan hal yang sama kepada para penggemar, seperti yang mereka dengar selama bertahun-tahun, benar-benar menghancurkan hati. Saya minta maaf.”
Inggris berusaha bangkit setelah tersingkir di semifinal
Inggris kini harus mengumpulkan kembali semangat mereka setelah kekalahan menyakitkan di semifinal Piala Dunia. Bellingham dan rekan-rekannya sedang bersiap menghadapi laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada hari Sabtu.