KAPTEN Spanyol, Rodri Hernandez, menyerukan semangat juang kepada rekan-rekannya saat La Roja bersiap menghadapi final Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. Meskipun tampil dominan sepanjang turnamen, gelandang Manchester City itu menegaskan bahwa tugas mereka belum selesai menjelang laga berat melawan Argentina di New Jersey.
Kapten Rodri menuntut fokus penuh di final
Sejak awal turnamen, pesan yang bergema di ruang ganti tim Spanyol hanya satu dan tidak berubah: "Saya datang untuk memenangkan Piala Dunia." Mantra ini dipimpin langsung oleh kapten Rodri, yang pengaruhnya di lapangan tumbuh seiring performa klinis Spanyol. Meski telah menampilkan permainan gemilang di Amerika Utara, sang gelandang tetap rendah hati dan fokus pada tujuan akhir yang semakin dekat.
Berbicara setelah kemenangan di semifinal, bintang Manchester City itu cepat menenangkan euforia publik. "Jika ada yang berpikir kami bisa memenangkan Piala Dunia tanpa menderita, mereka salah," ujar Rodri melalui Marca. "Mereka adalah tim-tim terbaik di dunia, tapi tim ini telah menunjukkan kedewasaan yang sangat penting untuk memenangkan turnamen ini. Tim terus berkembang selama Piala Dunia, kami telah bersabar, dan sekarang kami menuju gelar juara."
Spanyol tiba di New Jersey untuk hadapi Argentina
Skuad asuhan Luis de la Fuente telah mendarat di wilayah New York, menurut laporan Periodico, meski perjalanan mereka tidak lepas dari kendala. Tim mengalami beberapa jam keterlambatan akibat badai listrik di Dallas, dan akhirnya tiba di Bandara Newark pukul tiga pagi waktu setempat. Mereka kini bermarkas di Hotel MC Monclair untuk memulai persiapan penuh menjelang partai final pada Minggu di Stadion MetLife.
Laga ini menjadi semacam 'Finalissima', mempertemukan juara bertahan Eropa dan Amerika Selatan untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen. Rodri sendiri berada di ambang pencapaian luar biasa dalam dunia sepak bola. Jika Spanyol keluar sebagai pemenang, ia akan menjadi pemain ketujuh dalam sejarah yang berhasil menjuarai Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, Liga Champions, dan Ballon d’Or, bergabung dengan deretan legenda seperti Zinedine Zidane dan Lionel Messi.
Mengelola euforia di dalam skuad
Sementara publik Spanyol bermimpi meraih bintang kedua, suasana di dalam tim justru tenang dan fokus. Pemain seperti Mikel Oyarzabal menekankan pentingnya menjaga ketenangan dibandingkan larut dalam kegembiraan. "Saya masih tenang seperti di hari pertama setelah pertandingan melawan Tanjung Verde, ketika segalanya belum berjalan baik," kata Oyarzabal. "Kami bahkan tidak membayangkannya, tapi sekarang kami bisa dengan bangga mengatakan bahwa kami berada di final Piala Dunia."
Perasaan tenang ini juga dirasakan oleh pemain muda sensasional Pau Cubarsi, yang tetap tenang meskipun menyadari besarnya momen ini. "Di dalam hati saya sangat bahagia, tapi saya tetap tenang," ujar sang bek. "Hari-hari mendatang akan sangat istimewa, kami akan ke New York, mimpi ini masih hidup, dan kami sangat menantikan pertandingan itu datang."
Kemenangan atas Prancis membuka jalan ke final
Spanyol mencapai final setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas favorit turnamen Prancis, hasil yang mengguncang kompetisi. Gol dari Oyarzabal dan Pedro Porro memastikan kemenangan di Dallas, dengan lini tengah La Roja yang dikomandoi Rodri sepenuhnya menetralkan ancaman dari Kylian Mbappe dan barisan penyerang Prancis lainnya.
Sekarang, hanya Lionel Messi dan Argentina yang berdiri di antara Spanyol dan kejayaan. Rodri memahami besarnya makna sejarah laga ini, namun misinya tetap sama. "Kami melangkah selangkah demi selangkah, dan sekarang tinggal satu langkah terakhir," ujar sang kapten. "Tim ini penuh semangat, ini adalah kali kedua dalam sejarah kami. Kami harus menikmatinya, dan sekarang saatnya beristirahat serta mempersiapkan diri untuk pertandingan yang akan sangat sulit."