Update Harga BBM Jumat 17 Juli 2026 di DIY, Penglaju Asal Gawok Berangkat Pagi Demi Antre Pertalite
Ika Putri Bramasti July 17, 2026 07:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Antrean panjang kendaraan di SPBU Lempuyangan kini menjadi pemandangan yang nyaris terjadi setiap hari.

Puluhan pengendara sepeda motor tampak berbaris di jalur Pertalite sejak pagi, terutama saat jam berangkat kerja.

Meski harus menghabiskan waktu lebih lama untuk menunggu giliran mengisi bahan bakar, banyak masyarakat tetap memilih bertahan di antrean demi menghemat pengeluaran harian.

Salah satunya adalah Deshinta, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kota Yogyakarta.

Perempuan yang tinggal di kawasan Gawok, Sukoharjo, itu setiap hari mengandalkan KRL sebagai moda transportasi menuju kantornya.

Deshinta mengaku perubahan harga BBM membuatnya semakin berhitung dalam mengelola pengeluaran bulanan.

Pantauan TribunStyle.com di SPBU Lempuyangan Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua mendominasi dispenser Pertalite.
Pantauan TribunStyle.com di SPBU Lempuyangan Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua mendominasi dispenser Pertalite. (TribunStyle.com/Ika Bramasti)

Baca juga: Harga BBM Kamis 16 Juli 2026 di DIY, Meski Mahal, PNS Jogja Pakai Pertamax Turbo: Demi Mesin Sehat

Jika sebelumnya ia tidak terlalu memperhatikan selisih harga bahan bakar, kini setiap rupiah yang dikeluarkan menjadi pertimbangan.

"Kalau sekarang beda. Selisih harga antara Pertalite dan Pertamax cukup terasa kalau dihitung untuk kebutuhan sebulan," ujarnya kepada TribunStyle.com di SPBU Lempuyangan Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026).

Karena alasan itu, ia memilih tetap membeli Pertalite meski harus mengantre lebih lama dibandingkan beberapa bulan lalu.

Menurut Deshinta, antrean di SPBU Lempuyangan biasanya mulai padat pada pagi hari, bertepatan dengan jam masyarakat berangkat kerja. Namun ia tetap memilih menunggu daripada beralih ke BBM nonsubsidi.

"Kalau dihitung-hitung, uang yang bisa dihemat lumayan. Saya lebih memilih antre beberapa menit daripada biaya transportasi membengkak setiap bulan," katanya.

Sebagai pengguna KRL harian, Deshinta mengaku biaya transportasi menjadi salah satu pos pengeluaran yang cukup besar.

Selain ongkos kereta, ia juga harus memperhitungkan kebutuhan bahan bakar kendaraan yang digunakan menuju stasiun.

"Kebetulan saya dari rumah ke stasiun naik motor dulu. Jadi konsumsi BBM tetap ada setiap hari. Kalau ada yang bisa dihemat, ya saya pilih hemat," ujarnya sambil tersenyum.

Pantauan TribunStyle.com di SPBU Lempuyangan Yogyakarta pada Jumat (17/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua mendominasi dispenser Pertalite.

Beberapa pengendara bahkan terlihat mengantre hingga keluar area pengisian. Kondisi tersebut berbeda dengan jalur Pertamax yang relatif lebih lengang.

Deshinta menilai fenomena ini menunjukkan banyak masyarakat yang kini semakin sensitif terhadap pengeluaran harian akibat kenaikan harga BBM.

"Hampir semua teman saya juga sekarang lebih memperhatikan biaya transportasi. Mungkin karena kebutuhan lain juga naik, jadi orang mencari cara untuk berhemat," katanya.

Meski harus meluangkan waktu lebih banyak saat mengisi bahan bakar, Deshinta mengaku masih bisa menyesuaikan jadwal keberangkatan agar tidak terlambat naik KRL.

"Saya sekarang berangkat sedikit lebih awal. Jadi meskipun antre, masih ada waktu. Yang penting kebutuhan transportasi tetap terpenuhi tanpa membuat anggaran bulanan jebol," pungkasnya.

Update Harga BBM Jumat 17 Juli 2026

ANTRE PANJANG BBM PERTALITE - Antrean panjang pembelian BBM Pertalite masih panjang, khususnya pesepeda motor, masih tampak di SPBU Klodran, Colomadu Karanganyar Jawa Tengah Selasa 23 Juni 2026 pukul 17.00 WIB jelang petang.
ANTRE PANJANG BBM PERTALITE - Antrean panjang pembelian BBM Pertalite masih panjang, khususnya pesepeda motor, masih tampak di SPBU Klodran, Colomadu Karanganyar Jawa Tengah Selasa 23 Juni 2026 pukul 17.00 WIB jelang petang. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso)

Harga BBM di seluruh wilayah Indonesia bisa dipantau dari laman resmi Pertamina Patra Niaga.

Dalam laman tersebut, ditampilkan harga Pertalite, Pertamax Turbo, hingga Dexlite.

Pada 1 Juli 2026, Pertamina resmi memperbarui harga sejumlah BBM nonsubsidi.

Lantas, berapa harga BBM pada Jumat 17 Juli 2026 khususnya untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta?

Prov. Jawa Tengah

Pertamax Turbo: Rp19.300 (sebelum 1 Juli 2026 harganya Rp20.750)
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax: Rp.16.250
Pertalite: Rp.10.000
Pertamina Dex: Rp21.150 (sebelum 1 Juli 2026 harganya Rp24.800)
Dexlite: Rp19.700 (sebelum 1 Juli 2026 harganya Rp23.000)
Pertamina Biosolar Nonsubsidi: -
Pertamina Biosolar Subsidi: Rp6.800

Prov. DI Yogyakarta

Pertamax Turbo: Rp19.300 (sebelum 1 Juli 2026 harganya Rp20.750)
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax: Rp.16.250
Pertalite: Rp.10.000
Pertamina Dex: Rp21.150 (sebelum 1 Juli 2026 harganya Rp24.800)
Dexlite: Rp19.700 (sebelum 1 Juli 2026 harganya Rp23.000)
Pertamina Biosolar Nonsubsidi: -
Pertamina Biosolar Subsidi: Rp6.800

(TribunStyle.com/Ika Bramasti).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.