Fokus Mudah Buyar? Ini 5 Kebiasaan agar Konsentrasi Tetap Terjaga
Joko Widiyarso July 17, 2026 08:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM- Menjaga fokus sering kali terasa lebih sulit dibanding memulai sebuah pekerjaan. 

Saat sedang mengerjakan tugas, misalnya, perhatian bisa dengan mudah berpindah ke notifikasi yang muncul di handphone atau keinginan untuk sekadar membuka media sosial. 

Tanpa disadari, waktu berlalu begitu saja sementara pekerjaan belum banyak mengalami kemajuan.

Banyak orang mengira sulit fokus terjadi karena kurang disiplin atau malas. 

Padahal, kemampuan berkonsentrasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi tubuh, lingkungan, hingga cara seseorang mengatur aktivitasnya. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa otak memiliki keterbatasan dalam mempertahankan perhatian dalam waktu yang lama. 

Karena itu, menjaga fokus bukan berarti memaksa diri bekerja tanpa henti, melainkan membangun kebiasaan yang mendukung kemampuan otak untuk tetap berkonsentrasi.

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu Anda menjaga fokus sepanjang hari.

20261707- Kebiasaan untuk menjaga fokus
ILUSTRASI- Kebiasaan yang membantu menjaga fokus dan konsentrasi. (Generated by ChatGPT)

1. Tentukan Prioritas Sejak Awal Hari

Banyaknya daftar pekerjaan sering kali membuat seseorang bingung menentukan apa yang harus dikerjakan lebih dulu. 

Akibatnya, waktu habis untuk berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya tanpa benar-benar menyelesaikan salah satunya.

Sebelum memulai aktivitas, cobalah menentukan dua atau tiga prioritas utama yang ingin diselesaikan hari itu. 

Cara ini membantu pikiran menjadi lebih terarah dan mengurangi rasa kewalahan karena terlalu banyak pilihan.

Metode serupa juga banyak digunakan dalam manajemen waktu. 

Ketika seseorang mengetahui tujuan yang ingin dicapai sejak awal, perhatian cenderung lebih mudah dipusatkan pada hal yang benar-benar penting dibanding terus-menerus memikirkan seluruh daftar pekerjaan sekaligus.

2. Kurangi Kebiasaan Berpindah-Pindah Tugas

Membalas pesan sambil mengerjakan laporan, sesekali membuka media sosial, lalu kembali lagi ke pekerjaan mungkin terasa seperti cara yang efisien. 

Namun, penelitian justru menunjukkan bahwa otak tidak benar-benar melakukan banyak tugas sekaligus. 

Yang terjadi adalah otak berpindah perhatian dengan sangat cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

Proses berpindah fokus ini membutuhkan waktu dan energi. 

Semakin sering perhatian terpecah, semakin sulit pula seseorang kembali berkonsentrasi secara penuh. 

Inilah alasan mengapa pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu singkat justru terasa lebih lama.

Cobalah menyelesaikan satu pekerjaan terlebih dahulu sebelum beralih ke tugas berikutnya. 

Meletakkan ponsel agak jauh, menutup tab yang tidak diperlukan, atau mengaktifkan mode Do Not Disturb (DND) atau Jangan Ganggu selama beberapa waktu dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi gangguan.

3. Beri Waktu Istirahat agar Pikiran Kembali Segar

Banyak orang memilih terus bekerja tanpa jeda dengan harapan pekerjaan bisa selesai lebih cepat. 

Padahal, memaksa diri untuk terus berkonsentrasi dalam waktu lama justru dapat membuat fokus menurun.

Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan otak untuk mempertahankan perhatian memiliki batas. 

Setelah digunakan terus-menerus, konsentrasi akan mulai berkurang sehingga seseorang lebih mudah melakukan kesalahan atau terdistraksi oleh hal-hal kecil di sekitarnya.

Karena itu, tidak ada salahnya memberi waktu istirahat singkat di sela-sela aktivitas. 

Misalnya setelah bekerja atau belajar selama 30 hingga 60 menit, luangkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit untuk berdiri, melakukan peregangan, berjalan sebentar, atau sekadar melihat pemandangan di luar jendela.

Jeda singkat seperti ini dapat membantu pikiran kembali segar sehingga lebih siap melanjutkan pekerjaan berikutnya. 

Sebaliknya, menghabiskan waktu istirahat dengan terus menggulir media sosial justru berpotensi membuat perhatian semakin terpecah.

4. Jaga Area Kerja Tetap Rapi dan Nyaman

Lingkungan sekitar juga berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. 

Meja yang dipenuhi tumpukan barang, kabel yang berantakan, atau terlalu banyak benda yang tidak digunakan dapat menjadi distraksi visual tanpa disadari.

Penelitian menemukan bahwa ketika terlalu banyak objek untuk mendapatkan perhatian, otak membutuhkan usaha lebih besar untuk memproses informasi. 

Akibatnya, fokus menjadi lebih mudah terganggu.

Bukan berarti meja kerja harus selalu terlihat sempurna atau estetik seperti yang sering muncul di media sosial. 

Cukup dengan menyimpan barang yang tidak diperlukan, membersihkan area kerja, dan menata perlengkapan agar mudah dijangkau sudah bisa membuat suasana terasa lebih nyaman.

Lingkungan yang lebih teratur juga membantu seseorang lebih mudah menemukan barang yang dibutuhkan, sehingga waktu tidak habis untuk mencari-cari atau terdistraksi oleh hal lain.

5. Penuhi Kebutuhan Tubuh dengan Baik

Kemampuan untuk fokus tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan saat bekerja, tetapi juga oleh kondisi tubuh secara keseluruhan.

Tidur yang cukup, minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin bergerak merupakan beberapa hal yang berperan dalam menjaga fungsi otak. 

Ketika tubuh merasa lelah atau kekurangan cairan, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi juga dapat ikut menurun.

Sebaliknya, tubuh yang mendapatkan istirahat dan asupan yang cukup cenderung lebih siap menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari. 

Tidak harus melakukan perubahan besar sekaligus. Memulai dari hal sederhana, seperti tidur lebih teratur, tidak melewatkan waktu makan, atau meluangkan waktu berjalan kaki selama beberapa menit, sudah menjadi langkah yang baik untuk mendukung konsentrasi.

Fokus Dibangun dari Kebiasaan, Bukan Sekadar Kemauan

20261707- Ilustrasi Fokus
ILUSTRASI- Membangun kebiasaan untuk menjaga fokus dan produktivitas. (Generated by ChatGPT)

Menjaga fokus bukan berarti harus bekerja tanpa henti atau menghindari semua gangguan. 

Wajar jika perhatian sesekali teralihkan, apalagi di tengah banyaknya notifikasi dan informasi yang datang setiap hari.

Yang terpenting adalah membangun kebiasaan yang membuat otak lebih mudah kembali berkonsentrasi. 

Menentukan prioritas, mengurangi kebiasaan berpindah-pindah tugas, memberi waktu istirahat, menjaga lingkungan tetap rapi, hingga memenuhi kebutuhan tubuh merupakan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan secara bertahap.

Perubahan kecil mungkin tidak langsung memberikan hasil yang besar dalam semalam. 

Namun jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga fokus, membuat pekerjaan terasa lebih terarah, dan mendukung produktivitas dalam jangka panjang.

(MG Mayumi Cinta Mahesi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.