9 Amalan Sunnah di Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah, Lengkap dengan Dalil dan Haditsnya
Array A Argus July 17, 2026 08:57 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Semua umat muslim wajib tahu apa-apa saja amalan sunnah hari Jumat yang dapat dikerjakan dan menambah pahala sebagaimana anjuran Rasulullah S.A.W.

Kita tahu bersama, bahwa hari Jumat merupakan 'rajanya hari' dalam Islam.

Sebahagian kalangan bahkan menyebut bahwa hari Jumat ini adalah 'kepalanya hari'.

Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi di Hari Jumat untuk Ketenangan Pembuka Pintu Rezeki

Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal salih agar mendapatkan pahala di sisi Allah S.W.T.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik hari ketika matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan dari surga, dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." *(HR. Muslim No. 854)

Itu artinya, hari Jumat adalah hari yang terbaik diantara hari-hari lainnya.

Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan untuk dikerjakan pada hari Jumat?

Baca juga: Manfaat Besar Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Silakan Diamalkan

Ilustrasi membaca doa
Ilustrasi membaca doa (net/tribun-manado)

Amalan Sunnah di Hari Jumat

Jika ingin tahu amalan sunnah di hari Jumat, maka simak ulasan ini hingga tuntas agar kamu paham dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Membaca Surah Al-Kahfi

Salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya:

Baca juga: Amalan Hari Jumat Pembuka Rezeki dan Pelunas Utang yang Mudah Dikerjakan

"Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat."

(HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak No. 3392. Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi. Juga dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' No. 6470).

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud "cahaya" adalah petunjuk, keberkahan, dan perlindungan dari berbagai fitnah hingga Jumat berikutnya.

2. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Hari Jumat juga menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku."

Baca juga: 5 Amalan Bulan Rajab Hari Jumat, Insya Allah Pahalanya Menggugurkan Dosa

Para sahabat bertanya:

"Bagaimana shalawat kami disampaikan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?"

Beliau menjawab:

"Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para nabi."

(HR. Abu Dawud No. 1047, An-Nasa'i No. 1374, Ibnu Majah No. 1636. Dinilai sahih oleh Imam An-Nawawi dan Syekh Al-Albani).

3. Memperbanyak Doa

Hari Jumat memiliki satu waktu yang sangat istimewa, yaitu saat doa seorang Muslim tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, tidaklah seorang Muslim yang sedang melaksanakan salat lalu memohon sesuatu kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Bukhari No. 935 dan Muslim No. 852).

Mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu mustajab tersebut berada pada akhir waktu Ashar hingga menjelang Maghrib, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma'ad.

Sebagian ulama lainnya berpendapat waktu itu terjadi ketika imam duduk di antara dua khutbah hingga salat Jumat selesai.

BERDOA- Seorang wanita muslim menengadahkan kedua tangannya berdoa kepada Allah S.W.T agar mendapat keridaan selama hidup di dunia.
BERDOA- Seorang wanita muslim menengadahkan kedua tangannya berdoa kepada Allah S.W.T agar mendapat keridaan selama hidup di dunia. (Pinterest)

4. Memperbanyak Zikir kepada Allah

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Ayat ini menunjukkan pentingnya memperbanyak mengingat Allah, baik melalui dzikir, membaca Al-Qur'an, maupun menghadiri khutbah Jumat dengan penuh perhatian.

5. Memotong Kuku dan Merapikan Diri

Tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan memotong kuku pada hari Jumat. Namun, para ulama menyebut bahwa memotong kuku pada hari Jumat termasuk amalan yang baik karena bertepatan dengan hari berkumpulnya kaum muslimin.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa memotong kuku termasuk bagian dari fitrah dan boleh dilakukan kapan saja.

Apabila dilakukan pada hari Jumat sebagai bentuk memperindah diri sebelum beribadah, maka hal itu termasuk kebiasaan yang baik.

6. Mandi dan Membersihkan Diri

Membersihkan diri sebelum hari Jumat merupakan sunnah yang sangat dianjurkan, khususnya bagi laki-laki yang hendak melaksanakan salat Jumat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Mandi pada hari Jumat adalah wajib (sangat ditekankan) bagi setiap orang yang telah baligh."

(HR. Bukhari No. 879 dan Muslim No. 846).

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa kata "wajib" dalam hadis ini bermakna sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib secara hukum fikih.

Selain mandi, dianjurkan pula memakai wewangian (bagi laki-laki), bersiwak, mengenakan pakaian yang bersih, dan merapikan penampilan.

Bagi perempuan yang tidak menghadiri salat Jumat, menjaga kebersihan diri tetap merupakan amalan yang dianjurkan sebagai bagian dari fitrah.

7. Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan setiap hari, termasuk pada hari Jumat.

Walaupun terdapat ucapan yang populer bahwa "pahala sedekah dilipatgandakan pada hari Jumat", para ulama menjelaskan bahwa tidak ditemukan hadis sahih yang secara khusus menyatakan demikian.

Namun, Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan:

"Sedekah pada hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya seperti sedekah pada bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya."

Ini merupakan perkataan ulama, bukan hadis Nabi.

Sedekah juga tidak terbatas pada harta.

Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, amar makruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, bahkan hubungan suami istri pun bernilai sedekah."

(HR. Muslim No. 1006).

8. Mengenakan Pakaian Terbaik

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa sehingga seorang Muslim dianjurkan memakai pakaian yang bersih dan terbaik ketika menghadiri salat Jumat.

Allah SWT berfirman:

"Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid."

(QS. Al-A'raf: 31)

Rasulullah SAW juga menganjurkan mengenakan pakaian yang baik saat salat Jumat.

Dalam riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah disebutkan anjuran memiliki pakaian khusus untuk salat Jumat apabila mampu. Hadis tersebut dinilai hasan oleh sebagian ulama dan disahihkan oleh Syekh Al-Albani dalam *Shahih Sunan Abi Dawud*.

9. Melaksanakan Salat Sunnah Setelah Salat Jumat

Setelah melaksanakan salat Jumat, umat Islam dianjurkan mengerjakan salat sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila salah seorang di antara kalian telah melaksanakan salat Jumat, maka hendaklah ia salat empat rakaat sesudahnya."

(HR. Muslim No. 881).

Dalam riwayat lain disebutkan:

"Jika engkau tergesa-gesa, maka salatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat ketika tiba di rumah."

(HR. Muslim No. 881).

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa seseorang boleh mengerjakan dua rakaat ataupun empat rakaat setelah salat Jumat, karena kedua cara tersebut sama-sama memiliki dasar dari hadis-hadis sahih.(ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.