Harga BBM Hari Ini 17 Juli 2026, Cek Daftar Lengkap Harga Pertamina dari Pertalite hingga Dexlite
Heriani AM July 17, 2026 09:11 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Harga BBM Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat setelah perusahaan memastikan tidak ada penyesuaian tarif pada Jumat (17/7/2026).

Meski harga minyak dunia menunjukkan tren melandai, harga Pertamax masih bertahan di level yang sama sejak mengalami kenaikan pada Juni lalu.

Di sisi lain, Pertamina sebelumnya telah menurunkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Namun, kebijakan tersebut tidak diikuti dengan penurunan harga Pertamax sehingga memunculkan pertanyaan di kalangan konsumen.

Baca juga: Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud Usulkan Prioritas BBM Subsidi untuk Kendaraan Pelat KT

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.

Dexlite dibanderol Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000, sementara Pertamina Dex kini dijual Rp21.150 per liter dari Rp24.800.

Penurunan harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite ini juga terjadi di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia.

Sementara harga Pertama yang melonjak drastis pada 10 Juni 2026 lalu belum ada penurunan harga hingga hari ini.

Pada 10 Juni lalu, di Provinsi Kaltim, tercatat harga Pertamax sebelumnya Rp 12.600 liter naik Rp 4.050 per liter menjadi Rp16.650 per liter. 

Hingga saat ini belum ada penurunan harga Pertamax di seluruh Indonesia.

Harga BBM nonsubsidi bervariasi di seluruh provinsi di Indonesia.

Kecuali untuk BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar yang dipatok sama di seluruh Indonesia.

Harga Pertalite adalah Rp 10.000 per liter sedangkan Biosolar Rp 6.800 per liter. 

Penjelasan Mengapa Harga Pertamax Belum Turun

Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti menjelaskan berdasarkan model penghitungan yang dikembangkannya, menunjukkan keputusan mempertahankan harga Pertamax pada level Rp16.250 per liter sudah dapat diperkirakan. 

Menurutnya, kebijakan tersebut jadi bagian dari strategi penghalusan harga atau price smoothing yang selama ini diterapkan Pertamina.

"Ketika Pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 pada Juni lalu, harga tersebut sebenarnya masih berada di bawah harga yang disiratkan formula karena harga produk BBM dunia saat itu sedang sangat tinggi.

Pertamina menyerap kerugian ketika itu, sehingga saat harga minyak turun, margin tersebut dipulihkan dengan menahan harga Pertamax, bukan langsung menurunkannya," kata Yayan kepada wartawan, Jumat (3/7/2026). 

Yayan menjelaskan, harga BBM nonsubsidi tidak semata-mata mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.

Berdasarkan model yang mengacu pada formula penetapan harga pemerintah dan perilaku Pertamina sebagai penentu harga, Pertamax diperkirakan memang akan tetap dipertahankan. 

Untuk Agustus, dia menjelaskan formula dasar mengarah pada harga sekitar Rp13.700 per liter, tetapi pendekatan smoothing memperkirakan harga berada di kisaran Rp16.000 per liter atau tidak jauh berbeda dengan harga sekarang.

Menurut Yayan, jika Pertamax langsung diturunkan mengikuti formula, manfaat utamanya adalah penurunan inflasi sekitar 0,4 poin persentase dalam tiga bulan. 

Sebaliknya, jika harga dipertahankan, manfaat penurunan harga minyak dunia lebih banyak digunakan untuk memperbaiki margin Pertamina, sementara beban subsidi pemerintah terhadap Pertalite dan Solar tetap menjadi komponen terbesar dalam anggaran.

"Jika Pertamax dipangkas ke formula, estimasi pass-through kami menyiratkan sekitar−0,4 poin persentase dari inflasi selama tiga bulan (pelonggaran tahunan dari 3,34 persen menuju sekitar 2,9 persen); jika ditahan, dampaknya nihil dan seluruh penurunan minyak mengalir ke anggaran dan ke pemulihan margin Pertamina," kata dia. 

Hal senada disampaikan pakar kebijakan publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono. 

Menurutnya, keputusan pemerintah belum menurunkan harga Pertamax bukan hanya mengacu pada harga minyak mentah dunia di hari tertentu.

Namun perhitungannya didasarkan pada harga rerata periode, nilai tukar rupiah, biaya pengelolaan, distribusi, pajak, hingga cadangan untuk mengantisipasi gejolak. 

"Karena itu, penurunan harga minyak dunia tidak selalu harus langsung diikuti dengan penurunan harga jual di dalam negeri," kata Kristian.

Ia menegaskan, sebagai BBM nonsubsidi, Pertamax memang tidak wajib mengalami penyesuaian harga setiap kali harga minyak dunia bergerak turun.

Baca juga: Polisi Ringkus Preman Penyerang Awak Kapal Tugboat di Samarinda, Buntut Meminta BBM

Tolok ukur utamanya adalah apakah harga jual masih mencerminkan biaya ekonomi berdasarkan formula yang berlaku.

"Apabila hasil perhitungan menunjukkan harga yang berlaku masih mencerminkan biaya penyediaannya, maka mempertahankan harga bukan merupakan pelanggaran terhadap prinsip pasar.

Namun apabila biaya penyediaan sudah turun secara nyata tetapi harga tetap dipertahankan, pemerintah dan badan usaha perlu memberikan penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan persepsi bahwa konsumen menanggung beban yang tidak semestinya," katanya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak mencampurkan mekanisme harga BBM nonsubsidi dengan kepentingan menutup tekanan defisit anggaran negara. 

Sebab menurutnya, jika alasan utama mempertahankan harga adalah memperkuat kondisi fiskal, pemerintah harus menjelaskan dasar kebijakan tersebut secara terbuka agar tidak menimbulkan ketidakpastian dan menurunkan kepercayaan publik terhadap tata kelola energi.

"Keberhasilan kebijakan energi tidak hanya diukur dari murah atau mahalnya harga bahan bakar, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen, keberlanjutan penyediaan energi, kesehatan keuangan negara, serta kepercayaan publik terhadap proses pengambilan kebijakan," tutur Kristian.

Daftar Harga BBM seluruh Indonesia

Berikut adalah rincian tarif eceran harga BBM terbaru yang berlaku per 1 Juli 2026 di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina seluruh Indonesia yang dihimpun dari data resmi PT Pertamina Patra Niaga:

Provinsi Aceh

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

FTZ Sabang

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp15.250
  • Dexlite: Rp18.450

Sumatera Utara

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Sumatera Barat

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp20.150
  • Pertamina Dex: Rp22.100
  • Dexlite: Rp20.550

Riau

  • Pertalite: Rp10.000 
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp20.150 
  • Pertamina Dex: Rp22.100
  • Dexlite: Rp20.550

Kepulauan Riau

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp20.150
  • Pertamina Dex: Rp22.100 
  • Dexlite: Rp20.550

FTZ Batam

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp15.500
  • Pertamax Turbo: Rp 18.350
  • Pertamina Dex: Rp20.100
  • Dexlite: Rp18.700

Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 15 Juli 2026, Pertamax hingga Pertalite

Jambi

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Bengkulu

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Sumatera Selatan:

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Bangka Belitung

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Lampung

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

DKI Jakarta

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Green: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Banten

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Green: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Jawa Barat

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Green: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Jawa Tengah

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Green: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

DI Yogyakarta

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Green: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Jawa Timur

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250  
  • Pertamax Green: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp19.300 
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Bali

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Nusa Tenggara Barat:

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Nusa Tenggara Timur

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar (subsidi): Rp6.800
  • Biosolar (nonsubsidi): Rp22.900
  • Pertamax: Rp16.250
  • Pertamax Turbo: Rp19.300
  • Pertamina Dex: Rp21.150
  • Dexlite: Rp19.700

Kalimantan Barat

  • Pertalite: Rp10.000 
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Kalimantan Tengah

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Kalimantan Selatan

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp20.150
  • Pertamina Dex: Rp22.100
  • Dexlite: Rp20.550

Kalimantan Timur

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Kalimantan Utara

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp17.000
  • Pertamax Turbo: Rp20.150
  • Pertamina Dex: Rp22.100
  • Dexlite: Rp20.550

Sulawesi Utara

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Gorontalo

  • Pertalite: Rp10.000 
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Sulawesi Tengah

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Sulawesi Tenggara

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Sulawesi Selatan

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Sulawesi Barat

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Maluku

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Dexlite: Rp20.150

Maluku Utara

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Dexlite: Rp20.150

Papua

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamax Turbo: Rp19.750
  • Dexlite: Rp20.150

Papua Barat

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150

Papua Selatan

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Pertamax: Rp16.650

Dexlite: Rp20.150

Papua Pegunungan

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Dexlite: Rp20.150

Papua Tengah

  • Pertalite: Rp10.000
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp12.600
  • Dexlite: Rp20.150

Papua Barat Daya

  • Pertalite: Rp10.000 
  • Biosolar: Rp6.800
  • Pertamax: Rp16.650
  • Pertamina Dex: Rp21.650
  • Dexlite: Rp20.150 (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.