Perempuan OAP di Papua Barat Daya Ikut Pelatihan Anyam Daun Pandan jadi Sendal dan Tas
Petrus Bolly Lamak July 17, 2026 09:31 AM

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan Orang Asli Papua (OAP) lewat pelatihan anyaman.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Papua Barat Daya Viktor Solossa bilang,  pelatihan dua hari mengusung tema "Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Indonesia Maju."

Baca juga: Pemprov Papua Barat Daya Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Kendalikan Inflasi

Pelatihan ini membekali peserta keterampilan mengolah daun pandan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi, seperti sandal, tas, dan berbagai jenis wadah anyaman. 

Produk-produk dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Baca juga: DPRP Dapil II Papua Barat Daya Temukan 3 Masalah Pembangunan di Kota Sorong

Kegiatan tersebut implementasi visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

"Pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi mendampingi agar usaha dapat berkembang berkelanjutan," ujarnya.

Lanjtunya, program pelatihan menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Pelatihan ini bisa melahirkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru yang mandiri, kreatif, serta memiliki daya saing dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Papua.

Ia menegaskan, pengembangan UMKM lokal menjadi salah satu strategi penting Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya perempuan OAP.

"Jangan malu untuk belajar dan bertanya. Semakin banyak ilmu, semakin besar peluang untuk mengembangkan usaha," katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap semakin banyak perempuan Papua mampu mengolah potensi lokal menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi. 

Baca juga: Perkuat Pendampingan Hukum, KPU Papua Barat Daya Teken PKS dengan Kejati Papua Barat

Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah inklusif dan berkelanjutan.

“Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun Papua Barat Daya mandiri, produktif, dan sejahtera,” ujarnya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.