ANTARA - Pemerintah Kabupaten Jembrana menargetkan peremajaan serta perluasan lahan kakao menggunakan klon unggul seluas 4.150 hektare. Potensi perkebunan ini kemudian diintegrasikan oleh Dinas Pariwisata ke dalam paket tur agrowisata lintas daerah bertajuk "3B" untuk menarik kunjungan wisatawan. Guna menjamin keberlanjutannya, Bupati Jembrana memperkuat sektor hulu dan hilir melalui payung hukum regulasi Perda Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perlindungan dan Pengembangan Komoditas Kakao. Di sisi lain, keunikan kakao Jembrana juga diakui pelaku industri cokelat artisan dalam negeri. (Nanien Yuniar/Keysha Anissa/Syahrudin/Agha Yuninda Maulana/Nanien Yuniar)