BANGKAPOS.COM -- Setiap hari dalam kalender memiliki cerita yang berbeda.
Sejumlah tanggal diperingati sebagai momentum untuk mengenang peristiwa bersejarah, meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu global, hingga merayakan perkembangan budaya dan teknologi yang memengaruhi kehidupan manusia.
Pada 17 Juli 2026, terdapat dua peringatan internasional dengan tema yang sangat kontras.
Yang pertama adalah World Day for International Justice atau Hari Dunia untuk Keadilan Internasional, sementara yang kedua ialah World Emoji Day atau Hari Emoji Sedunia.
Walaupun memiliki latar belakang yang berbeda, kedua peringatan tersebut sama-sama menunjukkan perjalanan peradaban manusia.
Baca juga: Identitas Mayat Pria Sebatang Kara Ditemukan Tewas Membusuk di Belakang Rumahnya di Sungailiat
Satu menyoroti pentingnya penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia, sedangkan yang lain menggambarkan perubahan cara manusia berkomunikasi di era digital melalui simbol-simbol visual.
1. World Day for International Justice
Hari Dunia untuk Keadilan Internasional diperingati setiap tanggal 17 Juli sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum internasional dan perlindungan hak asasi manusia di seluruh dunia. Peringatan ini mengingatkan bahwa pelaku kejahatan berat, termasuk genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan agresi, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Gagasan mengenai keadilan internasional berkembang dari pengalaman panjang berbagai konflik bersenjata yang menimbulkan penderitaan besar bagi masyarakat sipil. Berbagai tragedi perang memperlihatkan perlunya mekanisme hukum yang mampu mengadili pelaku pelanggaran berat tanpa memandang jabatan ataupun kekuasaan.
Salah satu tonggak penting dalam sejarah tersebut adalah Pengadilan Nuremberg setelah berakhirnya Perang Dunia II. Persidangan itu mengadili para pemimpin Nazi atas berbagai tindak kejahatan internasional dan menjadi awal penerapan prinsip bahwa individu dapat dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pada periode yang sama, Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh atau Pengadilan Tokyo juga dibentuk untuk mengadili para pemimpin Jepang yang bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran selama perang. Kedua pengadilan tersebut kemudian menjadi fondasi berkembangnya sistem hukum pidana internasional.
Perjalanan menuju pembentukan lembaga peradilan permanen mencapai titik penting pada 17 Juli 1998, ketika Statuta Roma disahkan dalam konferensi diplomatik di Roma, Italia. Sebanyak 120 negara menyetujui perjanjian tersebut sebagai dasar pembentukan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC).
ICC resmi beroperasi pada tahun 2002 dengan kewenangan menyelidiki dan mengadili kasus genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, serta kejahatan agresi dalam kondisi tertentu apabila suatu negara tidak mampu atau tidak bersedia memproses perkara tersebut.
Selanjutnya, dalam Konferensi Peninjauan Statuta Roma di Kampala, Uganda, pada tahun 2010, negara-negara peserta menetapkan tanggal 17 Juli sebagai World Day for International Justice. Sejak saat itu, peringatan ini menjadi simbol komitmen masyarakat internasional dalam memperjuangkan keadilan dan memerangi impunitas.
2. World Emoji Day
Selain menjadi Hari Keadilan Internasional, tanggal 17 Juli juga dikenal sebagai World Emoji Day, yaitu perayaan terhadap emoji yang kini menjadi bagian penting dalam komunikasi digital.
Emoji telah berkembang menjadi bahasa visual yang digunakan miliaran orang di berbagai negara. Kehadirannya membantu menyampaikan ekspresi, emosi, maupun maksud tertentu yang terkadang sulit dijelaskan hanya melalui tulisan.
Sejarah emoji dimulai di Jepang pada akhir 1990-an. Istilah "emoji" berasal dari bahasa Jepang, yaitu "e" yang berarti gambar dan "moji" yang berarti karakter atau huruf. Meski terdengar mirip, istilah tersebut tidak berasal dari kata "emotion" ataupun "emoticon".
Pada masa awal perkembangannya, perusahaan telekomunikasi Jepang, termasuk NTT DoCoMo, memperkenalkan karakter bergambar sederhana untuk digunakan dalam layanan pesan singkat di telepon seluler. Inovasi ini segera mendapat sambutan positif karena membuat komunikasi menjadi lebih ekspresif.
Seiring berkembangnya teknologi, jumlah emoji terus bertambah hingga mencakup ribuan karakter yang mewakili berbagai objek, aktivitas, makanan, hewan, simbol, hingga ekspresi wajah. Standarisasi emoji kemudian memungkinkan simbol-simbol tersebut digunakan di berbagai sistem operasi dan platform digital.
Tanggal 17 Juli dipilih sebagai Hari Emoji Sedunia karena ikon kalender pada sistem operasi iOS menampilkan tanggal tersebut. Sejak diperkenalkan pada tahun 2014, tanggal itu kemudian digunakan sebagai momentum perayaan emoji secara global.
Saat ini, World Emoji Day diperingati melalui berbagai kegiatan, seperti peluncuran emoji baru, kampanye di media sosial, hingga beragam aktivitas kreatif yang melibatkan komunitas digital. Perayaan ini menunjukkan bahwa simbol-simbol sederhana telah berkembang menjadi bagian penting dalam budaya komunikasi modern.
Makna Dua Peringatan 17 Juli
World Day for International Justice dan World Emoji Day memang mengusung tema yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama menggambarkan perkembangan peradaban manusia. Hari Keadilan Internasional mengingatkan pentingnya supremasi hukum dan perlindungan hak asasi manusia, sedangkan Hari Emoji Sedunia menjadi simbol bagaimana teknologi mengubah cara masyarakat dunia berinteraksi dan mengekspresikan diri di era digital.
(Bangkapos.com/Tribunnews)