Batal Gabung Sumsel United, Ferry Rotinsulu Pilih Sriwijaya FC: Hati Saya Terpanggil Selamatkan SFC
Abdul Hafiz Sripo July 17, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Ferry Rotinsulu yang sempat disebut menjadi pelatih kiper Sumsel United musim 2026/2027 mengaku hatinya masih terpanggil untuk tetap bersama Sriwijaya FC dalam misi penyelamatan klub pada musim ini.

"Hati saya ingin ke Sriwijaya FC. Saya ingin melatih SFC," ungkap Ferry Rotinsulu saat mengunjungi Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David bersama mantan wing back Sriwijaya FC, M. Shobran, di Kantor Askot PSSI Palembang, Kamis (16/7/2026).

Ferry Rotinsulu, yang merupakan pelatih kiper Sriwijaya FC pada kompetisi Pegadaian Championship 2024/2025, tak menampik bahwa musim ini dirinya mendapat tawaran dari sejumlah klub Liga 1 maupun Liga 2. Namun, ia lebih memilih fokus pada misi menyelamatkan Laskar Wong Kito.

"Jujur, tawaran dari Liga 1 itu ada. Kemarin sempat saya putuskan karena keluarga saya juga, mungkin terlalu jauh. Siapa sih yang tidak mau ke Liga 1? Jujur, ada klub Liga 1 yang menawarkan dan ada juga klub Liga 2 yang musim lalu berada di papan atas. Bukan tidak mau. Tidak tahu kenapa, saya ingin dekat dengan keluarga juga di sini. Mau tidak mau, saya ingin gabung sama SFC. Siapa pun yang pegang SFC," beber pelatih yang akrab disapa FR12.

Pria kelahiran Palu, 28 Desember 1982 itu sebelumnya juga sempat disebut menjadi pelatih kiper Sumsel United dalam tim kepelatihan bentukan pelatih kepala Mohammad Nasuha untuk musim mendatang.

"Sriwijaya FC ini sulit kalau saya bilang. Apalagi dengan degradasi kemarin. Tapi setiap saya lewat di sini, saya selalu melihat bus Sriwijaya FC," kata Ferry Rotinsulu.

Ferry Rotinsulu dikaruniai tiga putri dari pernikahannya dengan Annisa Katarima, pegawai Bank Sumsel Babel yang juga merupakan pelatih karate. Ketiga putrinya bernama Alkayla Fersha Rotinsulu, Andrea Syahira Rotinsulu, dan seorang putri lainnya.

"Jadi saya bilang ingin menemui Bos David untuk menanyakan bagaimana Sriwijaya FC ini ke depan. Tujuannya adalah penyelamatan. Sayang tim ini besar, masa di Sumsel tidak ada yang bisa mendukung. Misi saya adalah penyelamatan Sriwijaya FC. Jadi hati saya terpanggil. Kalau memang Bos David memanggil saya, saya siap mendampingi beliau," katanya.

Ferry mengingatkan bahwa Mohammad David merupakan sosok yang berperan besar menyelamatkan Sriwijaya FC dari degradasi pada musim 2024/2025.

"Jujur, waktu Liga 2 tahun lalu saya bilang, kita lolos dari degradasi musim 2024/2025 itu kalau tidak ada Bos David, mungkin tim sudah hancur juga. Makanya kedatangan saya ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus menanyakan apakah Sriwijaya FC bisa diselamatkan lagi atau ada yang mau mengakuisisi," ujarnya.

Ia menegaskan siap bergabung dalam upaya menyelamatkan Sriwijaya FC yang sudah dianggapnya sebagai rumah sendiri.

"Yang jelas misi penyelamatan ini, siapa yang akan memegang SFC ke depan. Kemudian tujuannya apa nanti," ujarnya.

Ia sangat optimistis misi penyelamatan Sriwijaya FC untuk kembali ke Liga 2 dapat terwujud, terlebih jika kembali bersama sosok Mohammad David.

"Saya yakin bisa. Kenapa tidak bisa? Pasti bisa. Apalagi ada bos saya di sini, Bos David, dan misi kami sama. Karena beliau juga orang lama di SFC, otomatis rasa memilikinya itu kuat. Jangan lama-lama di Liga 3. Masa tidak ada yang bisa? Pasti ada yang bisa," pungkasnya.

Ferry memulai karier sepak bolanya dari Kota Palu sebelum namanya mulai dikenal luas saat bergabung dengan Persijatim Solo FC, cikal bakal Sriwijaya FC.

Saat klub hijrah ke Palembang dan berganti nama menjadi Sriwijaya FC, Ferry tetap bertahan dan menjadi bagian penting dalam sejarah emas klub tersebut.

Sebagai kiper utama Sriwijaya FC, Ferry mencatatkan prestasi gemilang dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Indonesia (2007, 2009, dan 2011) serta tiga trofi Copa Indonesia.

Ia dikenal sebagai kiper tangguh dengan refleks luar biasa dan kepribadian rendah hati. Julukan FR12 melekat kuat sebagai simbol kesetiaan dan pengabdiannya kepada Sriwijaya FC.

• Dorong Ferry Rotinsulu Jadi Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Mohammad David: Saatnya Legenda Memimpin!

Tak hanya bersinar di level klub, Ferry juga menjadi langganan Timnas Indonesia pada era 2000-an.

Ia tercatat sebagai bagian dari skuad Merah Putih di berbagai ajang internasional, termasuk Piala Asia 2007 dan sejumlah laga persahabatan melawan negara-negara Asia lainnya.

Setelah pensiun sebagai pemain, Ferry tetap mengabdi untuk Sriwijaya FC, khususnya di sektor pembinaan.

Ia menangani tim muda dan menjadi mentor bagi generasi penerus di EPA Sriwijaya FC U-20. Namun, pada pertengahan 2025, hubungan Ferry dengan Sriwijaya FC sempat retak akibat tunggakan gaji yang belum diselesaikan oleh manajemen.

Dalam pernyataan terbuka yang sempat viral di media sosial, Ferry mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap manajemen yang dinilainya tidak menghargai perjuangan pelatih dan pemain yang berhasil menyelamatkan klub dari degradasi pada musim sebelumnya. Setelah itu, ia bergabung dengan Persipal Palu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.