Sosok sensasi media sosial, IShowSpeed, menyampaikan permohonan yang penuh harap kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menjelang final Piala Dunia 2026. Streamer viral tersebut memohon kepada pemain muda Barcelona itu agar menggagalkan Lionel Messi meraih gelar juara dunia secara beruntun, yang akan semakin menjauhkan dirinya dari idolanya, Cristiano Ronaldo. Dengan Argentina akan menghadapi Spanyol di Stadion New York/New Jersey, perdebatan tentang siapa yang pantas menyandang gelar "GOAT" (terhebat sepanjang masa) mencapai titik puncak.
Seruan putus asa dari penggemar fanatik Ronaldo
Ketika dunia sepak bola bersiap menghadapi final Piala Dunia yang mempertemukan Spanyol dan Argentina, salah satu figur internet paling terkenal menunjukkan dengan jelas keberpihakannya. IShowSpeed, penggemar berat Ronaldo, beralih kepada bintang muda Barcelona, Yamal, untuk mencegah apa yang ia sebut sebagai "bencana" bagi komunitas penggemar CR7.
Dengan Portugal yang sudah tersingkir di babak 16 besar, Speed hanya bisa menyaksikan dengan putus asa ketika Argentina melaju ke final kedua berturut-turut. Streamer yang kerap hadir langsung di berbagai pertandingan sepanjang turnamen ini kini menaruh seluruh harapannya pada pemain remaja tersebut untuk menghentikan legenda Argentina itu mengangkat trofi lagi pada 19 Juli mendatang.
Pesan Speed kepada Yamal
Dalam sebuah siaran langsung yang tersebar luas di media sosial baru-baru ini, sang kreator yang sedang emosional itu menyampaikan pesan langsung kepada pemain sayap Spanyol tersebut. Ia berteriak, “Jangan bermain, Lamine; pergilah, menangkan saja. Menangkan laga melawan Argentina di final Piala Dunia, Lamine, tolong. Tolong, Lamine. Tolong, Lamine. Selamatkan aku, Lamine Yamal, selamatkan aku. Selamatkan aku dari bencana.”
Prospek Messi memenangkan Piala Dunia untuk kedua kalinya jelas membuat penggemar setia Ronaldo itu merasa gelisah. Speed melanjutkan, “Aku tidak bisa menanggung ini lagi. Jika Messi memenangkan Piala Dunia lagi, aku tidak tahu apa yang bisa kukatakan sebagai penggemar Ronaldo. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Jadi Lamine Yamal, selamatkan kami para penggemar Ronaldo.”
Pertarungan antar generasi
Final ini bukan sekadar perebutan trofi; ini adalah bentrokan dua era. Messi menjadi sosok paling menonjol sepanjang turnamen, mencetak delapan gol dan empat assist yang luar biasa, berusaha memperkuat statusnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Pengaruhnya bagi tim nasional Argentina tetap luar biasa, memimpin mereka melewati Inggris di semifinal yang panas untuk mencapai partai puncak.
Di sisi lain, Yamal tampil lebih tenang dibanding ekspektasi tinggi yang melekat padanya. Pemain berusia 19 tahun itu baru mencetak satu gol dan satu assist dalam tujuh pertandingan, namun kemampuannya menciptakan momen ajaib masih menjadi ancaman terbesar bagi Spanyol. Bagi Speed dan para pendukung Ronaldo, Yamal adalah harapan terakhir dalam perdebatan abadi tentang siapa sebenarnya GOAT sejati yang terus memecah dunia sepak bola.
Apakah kehadiran Speed menjadi pertanda buruk?
Turnamen ini menjadi perjalanan penuh drama bagi Speed, di mana dukungannya yang lantang kerap berujung malapetaka bagi tim yang ia bela. Setelah menyaksikan Inggris tumbang di tangan Albiceleste awal pekan ini, rasa putus asanya semakin memuncak. Final yang akan datang menjadi kesempatan terakhirnya untuk melihat Messi gagal meraih kejayaan tertinggi, hasil yang jika terjadi akan mencegah sang bintang Argentina semakin menjauh dari Ronaldo dalam hal prestasi internasional.