Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Bencana kekeringan akibat musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat Kecamatan Cibadak menjadi wilayah dengan jumlah titik krisis air bersih terbanyak, sehingga ratusan kepala keluarga (KK) kini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.
Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan sedikitnya tiga desa di Kecamatan Cibadak terdampak kekeringan, yakni Desa Cibadak, Desa Sekarwangi, dan Desa Cibatu.
Baca juga: Puluhan Hektare Lahan Persawahan di Kabupaten Pangandaran Mulai Alami Kekeringan
Bahkan, di Kampung Bantar Mungcang Atas, Desa Cibatu, warga terpaksa memanfaatkan kubangan di aliran sungai yang mulai mengering untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
"Kecamatan Cibadak saat ini menjadi wilayah dengan konsentrasi titik kekeringan terbanyak yang kami tangani," kata Daeng. Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, di Kampung Lingkungan Sari, Desa Cibadak, sebanyak 169 kepala keluarga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur warga dan sumber air untuk pertanian mengering sejak awal Juli.
Sementara di Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi, sebanyak 165 kepala keluarga juga menghadapi kondisi serupa.
Menurut Daeng, kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kampung Bantar Mungcang Atas, Desa Cibatu. Selama kurang lebih tiga pekan terakhir, warga harus membuat kubangan darurat di dasar sungai yang mulai mengering agar tetap bisa memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, meski kualitas air yang digunakan keruh.
"Krisis air di Cibatu memaksa warga membuat kubangan sungai demi memenuhi kebutuhan MCK, meskipun kondisi airnya keruh," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Sukabumi terus menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada mobil tangki. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan aparat setempat guna memetakan kebutuhan air bersih di setiap wilayah terdampak.
"Kami bergerak cepat menyalurkan pasokan air bersih agar kebutuhan dasar warga segera terpenuhi," ucap Daeng.
Baca juga: Hingga Juli 2026, Lebih dari 3 Juta Liter Air Bersih Sudah Diguyur ke Wilayah Kekeringan Jateng
Hingga saat ini, BPBD telah mendistribusikan masing-masing 5.000 liter air bersih ke desa-desa terdampak di Kecamatan Cibadak. Bantuan akan terus disalurkan secara bergiliran sesuai tingkat kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain Kecamatan Cibadak, BPBD juga mencatat bencana kekeringan mulai terjadi di sejumlah wilayah lain, di antaranya Kecamatan Cicurug, Cikembar, dan Nyalindung.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih serta segera melaporkan apabila mengalami krisis air agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.
"Layanan tangki air bersih gratis terus kami maksimalkan ke seluruh titik krisis secara bergiliran," pungkas Daeng.