Kemarau Panjang, BPBD Mamuju Imbau Warga Tak Bakar Lahan untuk Cegah Karhutla
Nurhadi Hasbi July 17, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau panjang.

Imbauan itu disampaikan sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat akibat kondisi cuaca kering.

BPBD Mamuju juga memantau tiga kecamatan yang dinilai rawan terjadi karhutla.

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Desa Sumare Mamuju

Baca juga: Kebakaran Lahan di Desa Sumare Mamuju Damkar Sebut karena Kemarau Panjang

Ketiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Simboro, Kecamatan Tapalang, dan Kecamatan Tapalang Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mamuju, Muh Taslim, mengatakan pihaknya terus meningkatkan pemantauan di wilayah-wilayah tersebut sebagai langkah antisipasi.

Menurutnya, ketiga kecamatan itu merupakan daerah yang memiliki potensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Tiga Kecamatan Jadi Fokus Pemantauan

Muh Taslim mengatakan musim kemarau membuat vegetasi lebih mudah terbakar sehingga risiko karhutla meningkat.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran maupun membakar sampah sembarangan, terutama di area kebun dan sekitar permukiman.

"Beberapa kecamatan yang menjadi pantauan karhutla di Kabupaten Mamuju yaitu Kecamatan Simboro, Tapalang, dan Tapalang Barat," kata Muh Taslim kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (17/7/2026).

Ia menegaskan pembakaran lahan maupun sampah dapat memicu api meluas dan sulit dikendalikan saat musim kemarau.

"Dalam kondisi musim kemarau panjang saat ini, untuk mencegah karhutla kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran dan tidak melakukan pembakaran sampah di kebun ataupun di lokasi yang berdekatan dengan permukiman," ujarnya.

BPBD Mamuju juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa atau aparat terkait apabila menemukan titik api.

Langkah cepat tersebut dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

Pemerintah berharap kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.