BPS Tetapkan Golo Damu sebagai Desa Cantik 2026 di Manggarai Barat, Data Nanas Jadi Fokus Pembinaan
Cristin Adal July 17, 2026 10:58 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat menetapkan Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026. 

Pembinaan difokuskan pada pengelolaan data produksi nanas sebagai komoditas unggulan desa untuk mendukung pembangunan yang lebih terarah dan berbasis data.

Desa Golo Damu menjadi desa keempat di Kabupaten Manggarai Barat yang mengikuti Program Desa Cantik setelah Desa Tondong Gelang, Ciawulang, dan Puncak Lolos.

Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat, Imra Atil Husni, mengatakan penetapan Golo Damu dilakukan pada April 2026 setelah desa tersebut dinilai memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari ketersediaan perangkat komputer, akses internet, kesiapan sumber daya manusia, hingga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Mulai Kembangkan Wisata Daratan, Kurangi Ketergantungan pada TN Komodo

"Produk unggulan Desa Golo Damu adalah nanas. Karena itu, pembinaan difokuskan pada pengelolaan data produksi nanas agar dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan ekonomi desa," ujar Imra, Jumat (17/7/2026).

Menurut Imra, Program Desa Cantik tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengumpulkan data, tetapi juga membangun budaya pengambilan keputusan berbasis statistik agar setiap kebijakan pembangunan disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Selama proses pembinaan sejak April 2026, BPS melatih aparatur desa yang ditunjuk sebagai agen statistik. Mereka dibekali kemampuan menyusun instrumen pendataan, mengolah data menggunakan aplikasi sederhana, hingga menyajikan data melalui situs web desa.

"Data yang akurat menjadi fondasi pembangunan. Dengan data yang baik, kebijakan desa tidak lagi berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan kondisi riil masyarakat," katanya.

Baca juga: Ekowisata Wae Bobok di Boleng Manggarai Barat Suguhkan Panorama Hutan dan Sungai

Dalam pelaksanaannya, BPS juga menggandeng Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta pemerintah kecamatan.

Ke depan, data produksi nanas yang tersusun secara sistematis diharapkan tidak hanya menjadi dasar penyusunan kebijakan desa, tetapi juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas, menarik investasi, serta mendorong pengembangan agrowisata berbasis potensi lokal.

Sejak diluncurkan pada 2022, Program Desa Cantik telah menjangkau sekitar tujuh desa di Kabupaten Manggarai Barat. BPS berharap desa-desa yang telah mengikuti program ini dapat menjadi contoh sekaligus pendamping bagi desa lain dalam membangun tata kelola berbasis data.

"Kami ingin desa yang sudah dibina terus mengembangkan sistem data yang telah dibangun. Harapannya, mereka tidak hanya mandiri dalam mengelola data, tetapi juga menjadi rujukan bagi desa-desa lain di Manggarai Barat," ujar Imra.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.