Realisasi Investasi Batang Hari Rp594,5 Miliar pada Triwulan I-2026, Sektor Perkebunan Mendominasi
asto s July 17, 2026 11:11 AM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Realisasi investasi di Kabupaten Batang Hari mencapai Rp594,527 miliar pada triwulan I-2026. Nilai tersebut hampir menyamai target investasi daerah sepanjang tahun yang ditetapkan sebesar Rp600 miliar.

Capaian tersebut disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang Hari, Jumat (17/7/2026).

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya DPMPTSP Kabupaten Batang Hari, Herison, mengatakan realisasi investasi pada awal tahun ini didominasi sektor perkebunan, terutama pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

"Target investasi kita sebesar Rp600 miliar. Namun pada triwulan pertama ini, realisasinya sudah mencapai sekitar Rp594,527 miliar," katanya.

Herison menjelaskan, tingginya realisasi investasi didorong oleh aktivitas pembangunan pabrik CPO yang terus berkembang di Kabupaten Batang Hari.

Berdasarkan data DPMPTSP, saat ini terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan.

Selain sektor perkebunan kelapa sawit, investasi juga mengalir ke sejumlah sektor lain, seperti industri makanan, pengolahan kayu, plastik, serta industri nonlogam, meski kontribusinya masih lebih kecil dibanding sektor perkebunan.

Melihat capaian investasi pada triwulan pertama, DPMPTSP optimistis realisasi investasi hingga akhir 2026 akan melampaui target yang telah ditetapkan.

"Saya yakin realisasi investasi tahun ini akan melebihi target karena pertumbuhan investasi di awal tahun sangat baik," ujarnya.

Untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif, Pemerintah Kabupaten Batang Hari telah menerbitkan regulasi mengenai pemberian insentif dan kemudahan investasi sejak 2022.

Menurut Herison, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Batang Hari bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

DPMPTSP juga mendorong masuknya investasi di sektor hilirisasi kelapa sawit agar daerah tidak hanya menjadi penghasil CPO, tetapi juga mampu menghasilkan produk turunan yang memiliki nilai tambah.

"Kami berharap ke depan ada investasi masuk untuk industri turunan CPO, seperti pabrik margarin dan produk olahan lainnya. Dengan begitu, tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Batang Hari," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Baca juga: Wapres Gibran Dicegat Mahasiswa di RM AC Andoenk Jambi, Singgung Jokowi dan Batu Bara

Baca juga: Pelaku PETI di Jambi Viral Kocar-kacir Hindari Razia: Puluhan Dompeng Kabur Bak Balapan 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.