Gejala Apa Saja yang akan Dirasakan oleh Penderita Nomophobia?
Moh. Habib Asyhad July 17, 2026 11:35 AM

Artikel ini tentang gejala apa saja yang akan dirasakan oleh penderita nomophobia, sebuah perasaan takut saat jauh dari ponsel pintar kita.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Nomophobia memiliki tanda yang mengindikasikan kondisi penderitanya. Gejala apa saja yang akan dirasakan oleh penderita nomophobia?

Secara garis besar, nomophobia atau nomofobia adalah perasaan takut berpisah dengan ponsel atau smartphone. Ia berwujud kecemasaan ketika seseorang jauh dari ponsel kesayangannya itu.

Nomophobia, singkatan dari “no mobile phone phobia”. Bagaimanapun juga, di era serba canggih ini, masing-masing kita memang memiliki keterikatan yang kuat dengan ponsel. Tapi bagi penderita nomophobia, dia akan merasa cemas dan ketakutan yang ekstrem saat tidak memiliki ponsel atau kehilangan akses internet.

Gejala nomophobia mencerminkan kecanduan atau gangguan kecemasan lainnya dan dapat mencakup:

  1. Kecemasan
  2. Agitasi
  3. Berkeringat
  4. Disorientasi
  5. Perubahan pernapasan
  6. Takikardia, yang didefinisikan sebagai detak jantung yang cepat

Apa yang menyebabkan terjadinya nomophobia?

Menurut riset BMC Psychiatry, nomophobia paling rentan dialami oleh remaja. Namun orang dari kelompok umur mana pun biasa mengalaminya dalam level yang berbeda-beda.

“Alasan utama mengapa banyak orang mengalami nomophobia berasal dari ketergantungan kita pada ponsel,” kata Michele Leno, psikolog klinis, dikutip dari CNBC. “Kita terikat pada ponsel kami, dan karena berbagai alasan. Itu adalah komputer mini kami. Kita menggunakannya untuk bisnis. Kita menggunakannya untuk tetap terhubung dengan keluarga.”

Ketika tidak bisa segera menggunakannya, kita mungkin cemas karena merasa ada sesuatu yang terlewatkan. “Kita memiliki pola pikir bahwa ponsel memungkinkan kita terhubung dengan semua hal kapan saja,” tambahnya.

Menurut psikolog klinis berlisensi Blair Steel, ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami nomophobia. Sejumlah faktor tersebut, misalnya:

- Kecemasan yang sudah ada sebelumnya

- Rendah diri

- Berjuang dengan regulasi emosional

- Gaya keterikatan tidak aman

- Kurangnya hubungan pribadi

“Begitu seseorang mengembangkan keterikatan yang tidak sehat pada ponselnya, hal itu dapat berdampak negatif pada beberapa aspek kehidupannya,” ujar Leno lagi.

Nomophobia mengganggu kemampuan kita untuk fokus dan mengalihkan perhatian dari hal yang seharusnya dikerjakan. Pada akhirnya, ini juga berdampak buruk pada hubungan pribadi yang kita jalani.

“Kita mengorbankan kebahagiaan dan potensi kesehatan hubungan [itu] karena kita lebih peduli dengan telepon,” tandas Leno.

Meski begitu, percayalah, nomophobia bisa disembuhkan. Terlebih jika kita segera menyadari kondisinya sehingga berniat melakukan sejumlah perubahan dan efeknya pada hidup.

Sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk tak lagi kecanduan ponsel, antara lain:

  1. Cobalah bersantai tanpa ponsel selama waktu senggang
  2. Sengaja menjauhi ponsel selama satu jam. Bisa juga mematikannya jika itu lebih membantu
  3. Tinggalkan ponsel di rumah saat pergi belanja atau menghadiri acara tertentu
  4. Kenakan jam tangan untuk memeriksa waktu, bukan hanya mengandalkan ponsel
  5. Gunakan kalender atau perencana untuk menjadwalkan acara penting
  6. Temukan hobi baru yang membuat kita bisa jauh dari ponsel
  7. Pahami lebih jauh tentang gejala dan pemicu nomofobia
  8. Tantang diri sendiri untuk bisa hidup tanpa HP
  9. Melatih kesadaran melalui meditasi dan latihan pernapasan untuk mengatasi kecemasan
  10. Dalam kasus ekstrim, carilah bantuan dari ahli kesehatan mental

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.