Manfaat tentu sangat banyak, baik untuk ketahanan energi dan juga ekonomi, yang pasti akan meningkatkan penerimaan negara

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bhaktiar mengatakan bahwa Groundbreaking Blok Masela merupakan langkah yang fenomenal dan mempunyai arti penting bagi hulu migas Indonesia karena ini sudah hampir tiga dekade tertunda.

"Manfaat tentu sangat banyak, baik untuk ketahanan energi dan juga ekonomi, yang pasti akan meningkatkan penerimaan negara," kata Bisman saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Groundbreaking Blok Masela yang dilakukan oleh pemerintah memiliki arti penting bagi hulu migas Indonesia dan juga menunjukkan adanya kepastian investasi serta kelanjutan operasi.

Ia mengatakan bahwa Blok Masela ini akan menjadi salah satu sumber gas bumi terbesar yang dapat memasok kebutuhan industri dan kebutuhan energi lainnya.

"Tentu kalau sudah produksi bisa mengurangi impor energi dan menjaga pasokan gas nasional," ujarnya.

Selain itu kata Bisman, Blok Masela juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur dan menciptakan lapangan kerja, serta strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen gas alam di kawasan Asia.

Sebelumnya, Proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Abadi Masela diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia timur untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan timur Republik Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Kehadiran proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," kata Prasetyo, Kamis (16/7).

Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS.

Proyek tersebut dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

Prasetyo mengatakan proyek tersebut memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses pengembangan hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998.