TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mengusulkan agar rencana pembangunan 11 rumah susun (rusun) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diprioritaskan bagi warga yang terdampak program normalisasi sungai.
Menurut August, hingga kini masih banyak masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai belum memperoleh kepastian mengenai tempat tinggal pengganti setelah lahannya dilepas untuk mendukung program pengendalian banjir.
"Masih banyak warga di daerah Mampang Prapatan sampai Pancoran dan wilayah di sekitarnya yang belum mendapatkan informasi terkait pelepasan hak atas tanah. Terutama saat saya reses di Mampang, warga juga mempertanyakan nasib mereka setelah digusur karena membutuhkan tempat tinggal yang baru," kata August, Jumat (17/7/2026).
Politikus PSI tersebut meminta agar pembangunan rusun tidak hanya menjadi proyek penyediaan hunian, tetapi juga menjadi solusi bagi masyarakat yang terdampak kebijakan normalisasi sungai.
"Apakah bisa dengan kebijakan Pemprov DKI yang ingin membangun 11 rusun baru, maka rusun tersebut diarahkan untuk warga yang terdampak program normalisasi sungai. Misalnya di Mampang atau wilayah lainnya, kita bisa mencari lokasi pembangunan rusun yang dekat dengan tempat tinggal mereka sebelumnya," ujar August.
Ia menilai penyediaan hunian bagi warga terdampak menjadi bagian penting yang tidak boleh dipisahkan dari pelaksanaan program normalisasi sungai di Jakarta.
August juga mengingatkan agar setiap program yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar target pembangunan.
"Nah ini yang saya lihat belum ada keseriusan Pemprov Jakarta. Jadi hanya menggaungkan saja, menargetkan saja, namun belum ada penyelesaian tugas-tugas penting yang dilakukan," ucapnya.
GubernurPramono Anung bilang, pembangunan belasan rusun tersebut akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Yang rusun 11 anggarannya dari APBD,” kata Pramono di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).
Pramono mengatakan, meski proyek pembangunan 11 rusun masih dalam tahap persiapan, Pemprov DKI akan segera memulai pembangunan dua rusun terlebih dahulu pada awal tahun depan.
Adapun rencana pembangunan 11 rusun tersebut akan tersebar di sejumlah lokasi, yakni Muara Angke, Marunda Klaster C, Komarudin, Rorotan IX, Cakung Km 2, Tongkol Tahap III, Marunda A, Marunda B, Semper Cakung Drain, Bojong Indah, dan Daan Mogot Km 18.
Baca juga: JPO Kapten Tendean Jakarta Selatan Dibongkar Hari Ini, Pondasi Rusak Berat usai Dihantam Truk
Baca juga: JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Sopir Diduga Sibuk Main Ponsel
Baca juga: Dishub Minta Pengendara Hindari Jalan Tendean, Arus Lalu Lintas Macet Parah usai JPO Ditabrak Truk