Nelayan Hilang Saat Menombak Ikan di Pulau Rimau Lampung Selatan Ditemukan Meninggal
taryono July 17, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Seorang nelayan berinisial E (35), warga Dusun Cilacap, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat menombak ikan di perairan Pulau Rimau, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Motif WNA Singapura Habisi Nyawa Kekasih, Cekik Korban Selama 15 Menit

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat menombak ikan bersama tiga rekannya di kawasan tersebut pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan tim SAR melakukan evakuasi terhadap korban setelah menerima laporan dari Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, AKP Panpan, sekitar pukul 07.45 WIB.

"Kami menerima informasi kejadian tersebut dari Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, AKP Panpan. Berdasarkan laporan yang diterima, korban tenggelam saat menombak ikan di pesisir Pulau Rimau," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Pos SAR Bakauheni langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian.

Dalam operasi pencarian, tim SAR dibantu Sat Polairud Polres Lampung Selatan dan Polsek Penengahan. Korban kemudian ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Rezie menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama tiga rekannya turun ke laut untuk memeriksa jaring sekaligus mencari ikan dengan cara menombak di kawasan Pulau Rimau.

Sekitar pukul 03.30 WIB, tiga rekan korban kembali ke daratan setelah selesai mencari ikan. Sementara korban masih berada di laut karena melanjutkan aktivitas menombak ikan.

Tak lama kemudian, terdengar teriakan minta tolong dari arah korban. Salah seorang rekannya, Zian, berusaha memberikan pertolongan dan sempat meraih tubuh korban.

Namun, Zian kelelahan dan hampir ikut tenggelam. Ia kemudian berhasil diselamatkan oleh rekannya yang lain, Badawi. Saat proses pertolongan berlangsung, korban terlepas dari pegangan dan kembali hilang di perairan.

Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan. Lokasi kejadian berjarak sekitar 2,13 mil laut dari Pos SAR Bakauheni dengan estimasi waktu tempuh sekitar 10 menit.

Dalam operasi tersebut, tim SAR menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya perahu karet bermotor, kendaraan operasional, peralatan selam, alat komunikasi, alat pelindung diri (APD), serta perlengkapan pendukung lainnya.

Operasi SAR ditutup setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.