Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 7 SMP Materi Chapter 1 About Me Kurikulum Merdeka
Siti Umnah July 17, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM - Pada implementasi Kurikulum Merdeka di Fase D, mata pelajaran Bahasa Inggris kini diarahkan untuk menerapkan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). 

Metode ini memprioritaskan keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi secara kontekstual, melatih nalar kritis, serta mengaitkannya dengan kehidupan nyata, bukan sekadar menghafal kosakata (vocabulary) secara pasif.

Pada Chapter 1: About Me, tantangan utama bagi siswa baru kelas 7 adalah mengatasi rasa gugup untuk mengekspresikan identitas diri mereka menggunakan bahasa asing di lingkungan sekolah yang baru. 

Baca juga: Materi Bahasa Inggris Kelas 7 SMP Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2026/2027

Melalui pendekatan Deep Learning, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan interaksi bermakna, analisis sosial antar-teman sebaya, serta praktik berbicara yang natural.

Bapak/Ibu guru kelas 7 SMP yang sedang menyusun draf Perangkat Ajar Semester Ganjil dapat memanfaatkan contoh Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP Chapter 1: About Me di bawah ini sebagai referensi siap pakai:

MODUL AJAR DEEP LEARNING BAHASA INGGRIS SMP (FASE D)

CHAPTER 1: ABOUT ME

I. INFORMASI UMUM

  • Mata Pelajaran: Bahasa Inggris
  • Kelas / Semester: VII (Tujuh) / 1 (Ganjil)
  • Alokasi Waktu: 2 x 40 Menit (1 Pertemuan)
  • Target Peserta Didik: Reguler / Umum
  • Profil Pelajar Pancasila: Mandiri (percaya diri mengekspresikan jati diri) dan Kebinekaan Global (menghargai keragaman asal daerah dan keunikan latar belakang teman sekelas).

II. KOMPONEN INTI

A. Tujuan Pembelajaran (Deep Learning Outcomes)

  1. Siswa mampu menganalisis dan menggunakan ungkapan dasar perkenalan diri (self-introduction) terkait nama, asal daerah (origin), dan usia secara lisan dengan pelafalan (pronunciation) dan intonasi yang berterima.
  2. Siswa mampu membangun dialog interaktif secara berpasangan untuk menggali informasi identitas diri teman sekelas melalui situasi wawancara mini (mini-interview).

B. Pertanyaan Pemantik (Deep Inquiry Prompts)

  • Why do we need to introduce ourselves when we enter a new school?
  • Bagaimana cara menyapa dan mengenalkan diri dalam bahasa Inggris yang tidak hanya benar secara tata bahasa, tetapi juga menunjukkan kesopanan dan keramahan?

III. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Topik: "This is Me & My New Friends" (2 x 40 Menit)

1. Tahap Pendahuluan: Contextual Awakening (15 Menit)

  • Orientasi & Greet: Guru memasuki ruang kelas dengan ramah dan menyapa siswa: "Good morning, everyone! Welcome to your new journey in junior high school."
  • Pemicu Logika: Guru membagikan satu lembar kartu identitas kosong (Identity Card) berukuran kecil ke setiap siswa. Guru kemudian menuliskan profil singkat dirinya di papan tulis sebagai contoh pemodelan:
  1. Name: Mr./Mrs. [Nama Guru]
  2. Origin: Palembang
  3. Age: 30 years old
  • Guru mempraktikkan cara membacanya dengan lantang di depan kelas, memicu siswa untuk menyadari elemen-elemen penting dalam pengenalan diri.

2. Tahap Inti: Sense-Making & Deep Interaction (50 Menit)

A. Pengisian Kartu Identitas (Drafting): Siswa diminta mengisi kartu identitas mereka masing-masing menggunakan bahasa Inggris dasar berdasarkan model di papan tulis.

B. Aktivitas "Find Your Match" (Deep Learning Game):

  • Guru meminta seluruh siswa berdiri. Dalam hitungan mundur 3, siswa harus bergerak mencari satu teman baru yang belum mereka kenal dari sekolah asal SD terdahulu.
  • Setelah berpasangan, mereka melakukan wawancara bergantian menggunakan panduan frasa:
  1. Siswa A: "Hi, I am Galang from Kalimantan. What is your name?"
  2. Siswa B: "Hello, my name is Ara. I am from Sumatra. Nice to meet you."
  3. Siswa A: "Nice to meet you, too."

C. Refleksi Kelompok Kecil: Beberapa pasang siswa diminta maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan hasil wawancara singkat mereka secara percaya diri tanpa membaca teks secara kaku.

3. Tahap Penutup: Metacognitive Reflection (15 Menit)

  • Guru mengajak siswa melakukan refleksi dengan menanyakan hal apa yang paling menantang saat berbicara bahasa Inggris secara langsung.
  • Siswa mengumpulkan kartu identitas yang telah diisi di papan kreasi kelas sebagai simbol kebersamaan kelas baru. Guru menutup kelas dengan memberikan apresiasi positif atas keberanian siswa.

IV. INSTRUMEN ASESMEN FORMATIF (RUBRIK OBSERVASI PERFORMA LISAN)

Evaluasi berbasis Deep Learning fokus pada kemampuan komunikasi autentik siswa saat mempraktikkan speaking, bukan sekadar ujian tertulis.

No. Aspek Penilaian Kriteria Sangat Baik (Skor 3) Kriteria Cukup (Skor 2 Kriteria Perlu Bimbingan (Skor 1)
1. Kelancaran (Fluency) Berbicara dengan lancar, percaya diri, jeda minimal, dan melakukan kontak mata dengan baik. Berbicara cukup lancar, namun sesekali masih ragu-ragu atau berhenti untuk mengingat kosakata. Terbata-bata dan membutuhkan bantuan penuh berupa pancingan kata dari guru.
2. Ketepatan Frasa (Accuracy) Mampu menyusun struktur kalimat perkenalan (name, origin, age) secara mandiri dengan benar. Mampu mengenalkan nama dan asal, namun melakukan kesalahan kecil pada struktur penyebutan usia. Belum mampu menyusun kalimat perkenalan diri yang utuh dan terstruktur.
3. Pelafalan (Pronunciation) Pengucapan kosakata sangat jelas, tepat, dan mudah dipahami oleh lawan bicara. Pengucapan kata cukup jelas meskipun ada pengaruh logat daerah yang masih sangat kental. Pengucapan masih keliru sehingga makna kalimat sulit dipahami oleh lawan bicara.

 

Desain modul ajar Bahasa Inggris Kelas 7 SMP berbasis pendekatan Deep Learning pada Chapter 1 ini menitikberatkan pada pengalaman langsung siswa dalam menggunakan bahasa.

Dengan menggeser metode ceramah satu arah menjadi aktivitas permainan sosial dan interaksi berpasangan, siswa baru tidak akan merasa tertekan oleh teori struktur kalimat, melainkan menikmati esensi sejati dari berkomunikasi.***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.