TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Tiga rumah terbakar di Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran diawali dari rumah kosong yang dengan cepat merembet ke dua rumah lainnya.
Rumah kosong yang menjadi titik awal kebakaran diketahui milik Kacung dan ludes hingga rata dengan tanah. Sementara itu, dua rumah di sekitarnya ikut rusak akibat api yang merambat.
Baca juga: MPLS SMPIT Al Uswah Banyuwangi Ajarkan Simulasi Pemadaman Kebakaran dan Penanganan Darurat
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan salah satu rumah yang terdampak merupakan milik Asia dengan tingkat kerusakan sekitar 20 persen. Satu rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap.
"Siap, betul ada tiga rumah yang terdampak," ujar Tedy saat dikonfirmasi.
Baca juga: BPBD Jember Imbau Warga Tak Asal Buang Puntung Rokok, Bisa Picu Kebakaran, TPA Pakusari Contohnya
Menurut Tedy, api pertama kali muncul dari rumah kosong yang tidak dialiri listrik sehingga dugaan korsleting listrik dapat dikesampingkan.
Warga setempat menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan atau aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Namun dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
"Jadi belum diketahui pasti penyebabnya," imbuhnya.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Asembagus Probolinggo, 2 Rumah Ludes dan Kerugian Diperkirakan Rp 100 Juta
Petugas Damkar sempat mengalami kendala saat proses pemadaman karena jalan menuju lokasi terlalu sempit untuk dilalui mobil pemadam berukuran besar.
Sebagai alternatif, petugas menggunakan kendaraan rescue Damkar yang lebih kecil dengan membawa mesin sedot air serta membentangkan selang menuju titik api. Sebelum petugas tiba, warga sekitar telah berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sehingga kobaran tidak semakin meluas.
"Di lokasi tinggal menyisakan sedikit bara api. Mobil (besar) kami tidak bisa masuk, jadi kami gunakan mobil rescue sambil membawa mesin sedot," jelas Tedy.
Akibat peristiwa tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Meski tiga rumah terdampak, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Korban jiwa nihil," tuturnya.
Kebakaran Lain Terjadi di Desa Kalitapen
Masih pada hari yang sama, sekitar pukul 01.00 WIB, kebakaran juga terjadi di Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Tim Damkar langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen.
Sekretaris Desa Kalitapen, Ahmad Arifin, mengatakan kebakaran hanya terjadi di area kamar rumah milik Yono.
Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui karena pemilik rumah masih menjalani perawatan di puskesmas akibat mengalami sesak napas.
"Belum bisa dimintai keterangan karena korban masih dirawat di Puskesmas akibat sesak napas. Kebakaran hanya di area kamar saja," terang Arifin.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Apresiasi Kesigapan Petugas Pertashop saat Tangani Kebakaran di Bondowoso
Menanggapi dua peristiwa kebakaran tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan darurat kepada para korban.
Bantuan yang diberikan meliputi bahan pangan, pakaian, kasur lipat, kompor, serta kebutuhan logistik lainnya.
Untuk penanganan kerusakan bangunan, BPBD akan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami masing-masing rumah.
Rumah dengan kategori rusak ringan hingga sedang akan memperoleh bantuan material bangunan dan logistik, sedangkan rumah yang mengalami kerusakan berat akan direkomendasikan kepada Dinas Perumahan dan Permukiman melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
"Namun, kalau tingkat kerusakannya tinggi atau berat, biasanya kami akan merekomendasikan ke Dinas Perkim untuk ditangani menggunakan program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni)," tambah Kristianto.