TRIBUNJAKARTA.COM - Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, akan menjadi lokasi aksi unjuk rasa mahasiswa pada Jumat (17/7/2026) siang.
Aksi tersebut digelar oleh Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat yang merupakan gabungan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta.
Aparat kepolisian menyiapkan ribuan personel gabungan untuk melakukan pengamanan di sejumlah titik, termasuk kawasan Monas, Bundaran Hotel Indonesia (HI), hingga Dukuh Atas.
Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat dijadwalkan menyampaikan aspirasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Monas, mulai pukul 13.00 WIB.
Peserta aksi berasal dari beberapa organisasi mahasiswa, di antaranya BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ), BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, serta BEM Universitas Paramadina.
Kehadiran massa mahasiswa tersebut menjadi bagian dari agenda penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan secara terbuka di kawasan pusat pemerintahan Jakarta.
Sebelum aksi berlangsung, Polres Metro Jakarta Pusat menggelar apel gelar pasukan sebagai persiapan pengamanan.
Apel tersebut digelar pada pukul 10.00 WIB di Silang Barat Daya Monas dan dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Kegiatan itu bertujuan memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan sekaligus menjaga agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung meminta seluruh anggota yang bertugas mengedepankan pendekatan persuasif selama mengawal jalannya aksi.
"Pengamanan unjuk rasa adalah bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum," ujar Reynold, dalam keterangan tertulisnya, JUmat (17/7/2026).
Ia menekankan agar personel tidak mudah terprovokasi serta mengutamakan komunikasi dengan peserta aksi.
"Saya mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan sikap humanis, persuasif, tidak mudah terpancing provokasi, tidak ada personel yang membawa senjata api, serta mengutamakan dialog dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.
Selain pengamanan di lokasi aksi, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Monas dan ruas jalan yang terdampak.
Namun, penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Polisi juga mengimbau para peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun merusak fasilitas umum.
"Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan yang mengganggu kepentingan umum maupun merusak fasilitas publik. Sampaikan aspirasi dengan damai sehingga kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif," kata Reynold.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian selama berlangsungnya aksi dapat menghubungi layanan darurat Polri melalui Call Center 110 yang tersedia selama 24 jam.
Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan dilakukan secara profesional dengan tetap mengutamakan pelayanan publik dan menjaga situasi keamanan Jakarta tetap kondusif.
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Jalan Raya Bogor, Mobil Ekspedisi Terguling, Muatan Berhamburan ke Jalan
Baca juga: 3 Kejanggalan Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung Diungkap Hendardi: Tak Masuk Akal
Baca juga: Truk ODOL Jadi Sasaran, Dishub DKI Perketat Pengawasan Usai JPO Tendean Rusak Ditabrak