SRIPOKU.COM - Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut yang melibatkan pelajar kembali terjadi, kali ini di Kota Palembang pada, Jumat (17/7/2026).
Seorang siswa dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis di Jalan Mayor Zen Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni atau tepatnya di depan SMA Pusri Palembang.
Kabar duka ini pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @oypalembang dan langsung menarik perhatian luas dari warganet.
Baca juga: Breaking News: Macet Parah di Jalintim Banyuasin Makan Korban, Siswa SD Tewas Kecelakaan di Sembawa
Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, korban dinyatakan mengembuskan napas terakhirnya di tempat akibat luka parah di bagian kepala karena tidak mengenakan helm.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah korban sedang dalam perjalanan pergi atau pulang sekolah.
Namun, beberapa saksi mata yang berada di lokasi kejadian turut membeberkan kronologi detik-detik insiden maut tersebut di kolom komentar media sosial.
Salah seorang saksi mengungkapkan bahwa sesaat sebelum kejadian, korban yang mengendarai sepeda motor melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum akhirnya menabrak kendaraan di depannya.
"Kronologinya, dia mau pergi atau pulang sekolah kurang tahu, dan posisi ngebut mengendarai motor. Tepat di depannya ada mobil besar jalannya pelan. Dia yang menabrak mobil besar itu, lalu terjatuh kepalanya terbentur aspal. Dia juga tidak pakai helm," beber salah satu akun warganet di lokasi kejadian.
Benturan keras pada kepala akibat tidak mengenakan pelindung keselamatan diduga menjadi penyebab utama korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Selain faktor kecepatan berkendara dan minimnya alat keselamatan, saksi lainnya juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di sekitar lokasi.
Kecelakaan maut ini diketahui terjadi di dekat SMA Pusri Palembang, tepatnya sebelum Lorong Abadi.
Warga setempat mengeluhkan bahwa akses jalan di kawasan tersebut memang sangat rawan karena dipenuhi lubang-lubang jalan yang cukup dalam dan membahayakan pengendara.
"Sebelum Lorong Abadi ya mba. Jalan di sana banyak lubang, harus hati-hati banget. Dari Lorong Mufakat sampai ke Simpang 3 Mato Merah itu banyak lubang dalam-dalam," ungkap salah satu warga.
Kondisi jalan berlubang tersebut diperparah dengan tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap harinya di jalur tersebut.
"Terus juga mobil besar banyak lewat mengarah ke Sungai Batang dan pabrik semen," tambahnya memperingatkan pengendara lain agar ekstra waspada saat melintas.