Final Piala Dunia 2026, Pintu Gerbang Lionel Messi Susul Legenda Jerman dan Brasil
Dwi Setiawan July 17, 2026 03:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kelolosan Argentina ke final Piala Dunia 2206 membuat Lionel Messi berpotensi mencatatkan berbagai rekor.

Salah satu rekor elite yang bisa dicapai Messi nantinya adalah soal penampilan.

Jika diturunkan di babak final Piala Dunia 2026, Lionel Messi akan tercatat pernah berlaga di tiga edisi final berbeda.

"Para pemain Argentina selalu percaya diri di atas lapangan, karena siapa pun lawan yang dihadapi, pemain terbaik yang ada di lapangan tersebut pasti Lionel Messi," kata Gigih, seorang football enthuasist, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Pasti hal itu menjadi pembedanya," paparnya.

Baca juga: Emiliano Martinez Selangkah Lagi Tepati Janji Pensiun jika Argentina Back to Back Juara Piala Dunia

Penampilan perdana pemain berjuluk La Pulga di final Piala Dunia terjadi di edisi 2014 silam.

Saat itu Messi menjadi sensasi saat tampil di Brasil yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014.

Argentina tampil di babak final menghadapi Jerman yang tak kalah menjadi favorit.

Messi tampil sejak awal dan berlaga hingga 120 menit lamanya.

Sayangnya Argentina saat itu kalah dari Jerman dengan skor 1-0 berkat gol dari Mario Gotze di babak tambahan.

Sedangkan penampilan kedua Messi di final Piala Dunia tentu saja terjadi pada edisi 2022 lalu.

Ia juga tetap menjadi sorotan utama saat Piala Dunia digelar di Qatar.

Bedanya, pemain yang saat ini berusia 39 tahun tersebut bisa mengakhiri turnamen dengan mengangkat trofi paling prestisius.

Ia membawa Argentina menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis lewat babak adu penalti.

Jika diturunkan di final Piala Dunia 2026, ia akan bermain di tiga babak final Piala Dunia, sebuah hal yang jarang dibukukan para legenda sepak bola dunia.

Setidaknya hanya ada dua pemain legendaris saja yang mendapatkan kesempatan tampil di tiga final Piala Dunia berbeda.

Pemain pertama adalah legenda hidup lini tengah Jerman ini bermain di tiga final Piala Dunia edisi 1982, 1986, dan 1990.

Saat tampil di Piala Dunia 1982, Lotthar Matthaus berperan sebagai pemain pengganti saat Jerman Barat dikalahkan Italia dengan skor 3-1.

Penampilan ikonik lainnya dicatatkan Matthaus ketika ada di final Piala Dunia 1986.

Tampil menghadapi Argentina dengan Diego Maradona-nya, Matthaus mendapatkan tugas mengawal ketat si pemilik gol Tangan Tuhan itu.

Meski demikian, Argentina tetap bisa mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2.

Puncak penampilan Matthaus terjadi di Piala Dunia 1990 ketika ia ditunjuk sebagai kapten Der Panzer.

Ia memimpin timnya untuk membalaskan dendam kepada Argentina dengan mengalahkan mereka di final dengan skor tipis 1-0.

Selain Matthaus, ada juga pemain lain yang pernah bermain di tiga final Piala Dunia berbeda.

Pemain tersebut adalah bek asal Brasil, Cafu.

Cafu mengawali penampilannya di final Piala Dunia 1994 sebagai pemain cadangan.

Ia baru masuk di pertengahan babak pertama setelah Jorginho mengalami cedera.

Brasil berhasil menjadi juara setelah menang adu penalti melawan Italia di final.

Berpindah ke Piala Dunia 1998, Cafu ditunjuk sebagai starter untuk mengawal sisi kanan Brasil.

Sayangnya penampilannya tak bisa mencegah kemenangan Prancis secara meyakinkan dengan skor 3-0 atas Brasil.

Cafu kembali pentas di babk final Piala Dunia 2002.

Kala itu, ia ditunjuk sebagai kapten yang menuntun Brasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 di babak final.

Sejauh ini, baru Lottar Matthaus dan Cafu saja yang benar-benar tampil di babak final tiga Piala Dunia berbeda.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.