Bupati Katingan Minta Publik Tak Pukul Rata Nilai Warga Desa Tumbang Kalemei Terkait Kasus Narkoba
Sri Mariati July 17, 2026 04:08 PM

TRIBUNKALTENG.COM, KATINGAN – Pasca bentrokan saat penggerebekan dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, Bupati Katingan Saiful meminta masyarakat tidak memberi stigma bahwa desa tersebut identik dengan peredaran narkoba. 

Menurut Saiful, penyalahgunaan narkoba bukan hanya terjadi di Desa Tumbang Kalemei, tetapi telah menjadi persoalan yang dapat ditemukan di berbagai daerah.  

Ia menilai kasus yang terungkap di desa tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang. 

"Sebenarnya saya rasa narkoba itu sudah beredar di mana-mana. Hanya saja, kejadian di Tumbang Kalemei merupakan salah satu contohnya," kata Saiful, Jumat (17/7/2026). 

Ia menegaskan mayoritas masyarakat Desa Tumbang Kalemei merupakan warga yang taat hukum dan tidak ingin terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. 

"Sebenarnya hanya segelintir orang yang memanfaatkan situasi dan kondisi untuk melakukan kegiatan yang tidak seharusnya. Masyarakat Tumbang Kalemei pada dasarnya adalah masyarakat yang baik," ujarnya. 

Saiful mengatakan, insiden tersebut justru menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat setempat.  

Menurutnya, keluarga para pelaku juga ikut merasakan akibat dari kasus tersebut. 

"Hanya saja, akibat kejadian tersebut seolah-olah muncul anggapan bahwa sebagian besar masyarakat di sana terlibat. Padahal tidak demikian. Yang melakukan itu hanya segelintir orang," katanya. 

Ia berharap, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga berdampak kepada keluarga dan lingkungan sekitar. 

"Semoga kejadian ini membuat masyarakat Kabupaten Katingan semakin sadar bahwa narkoba adalah musuh bersama yang tidak boleh ada di Kabupaten Katingan," ucapnya. 

Terkait informasi yang menyebut, adanya dugaan keterlibatan anak seorang kepala desa dalam kasus tersebut, Saiful meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. 

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Katingan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat. 

Menurut Saiful, edukasi juga akan diperluas ke lingkungan sekolah dengan melibatkan para guru agar memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini. 

"Kami berharap para guru di seluruh sekolah di Kabupaten Katingan dapat menyisipkan pesan-pesan mengenai bahaya narkoba kepada para peserta didik," katanya. 

Selain itu, ia mengungkapkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Katingan kini tinggal menunggu proses pelantikan.  

Baca juga: Pengakuan Mantan Istri Bio Tersangka Narkoba Tumbang Kalemei Katingan, Tak Tahu Aktivitas Suami

Baca juga: Instruksi Bupati Katingan Saiful pada Camat hingga Kades Pasca Insiden Penggerebekan Bandar Sabu

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan fasilitas kantor serta dukungan layanan penanganan bagi korban penyalahgunaan narkoba melalui rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pendukung lainnya. 

Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap dua terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7/2026) dini hari berujung bentrokan yang menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra, Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana, dan Ipda Anumerta Sumariyanto.  

Kasus tersebut menjadi perhatian publik sekaligus memicu pembahasan mengenai upaya pencegahan peredaran narkoba di Kabupaten Katingan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.