Dihadang Angin Kencang dan Panas Terik, Tim Lanjutkan Pendinginan Karhutla di Pelalawan
Firmauli Sihaloho July 17, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Proses pendinginan masih berlanjut di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan hingga Jumat (17/7/2026). 

Tim gabungan dari berbagai instansi yang terlibat dalam operasi pemadaman darat tetap menyirami lahan bekas terbakar meskipun api sudah padam. 

Lantaran asap masih mengepul di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sejak Kamis (16/7/2027) lalu. Sehingga perlu ditangani lebih lanjut untuk memastikan api padam total.

"Hari ini masih lanjut pendinginan, informasi dari tim di lapangan. Sejak kemarin api sudah padam, tapi masih berasap, makanya harus betul-betul dipadamkan," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, M.Si., kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (17/7/2026).

Personel gabungan yang tergabung dalam operasi pemadaman, yakni TNI, Polri, Manggala Agni, dan dibantu masyarakat setempat.

Kemudian regu pemadaman perusahaan terdekat seperti PT Sari Lembah Subur (SLS) dan PT Gandaera Hendana. 

Tim menyirami lahan bekas terbakar yang masih mengeluarkan asap untuk melanjutkan pendinginan. 

Baca juga: Karhutla di Bengkalis Meluas hingga 15 Hektare, BPBD Kesulitan karena Akses Jalan Terbatas

Baca juga: Kasus Campak di Riau Capai 228 Kasus: Pekanbaru, Inhil dan Kampar Tertinggi

Selama proses pemadaman dan pendinginan, tim gabungan terhalang oleh suhu panas yang cukup terik akibat kemarau.

Tak ada hujan di lokasi karhutla yang telah berlangsung selama tiga hari. Selain itu, tim juga dihadang angin kencang yang mengubah arah asap ketika disiram. 

"Asap yang muncul harus dipastikan hilang, supaya tidak ada lagi potensi api kembali naik," tambah Zulfan. 

Dikatakannya, karakter lahan gambut ketika dilanda Karhutla memang sulit dipadamkan. Jika api telah hilang tetapi masih menyisakan asap, harus ditangani sampai tuntas.

Sebab api berpeluang kembali membara dari bara api yang tersimpan di dalam tanah atau tunggul kayu. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.