TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Terkait kasus kericuhan hingga dugaan pemukulan terhadap seorang petugas keamanan di Kantor DPRD Riau yang terjadi pada Kamis (16/7/2026), pihak kepolisian menyatakan belum menerima laporan.
Peristiwa terjadi usai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Belum ada laporan resmi yang kami terima," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Roy Noor, Jumat (17/7/2027).
Pihak kepolisian, sempat mendatangi lokasi pasca menerima informasi adanya kejadian tersebut.
Saat petugas tiba, situasi disebut sudah kembali kondusif.
Menurut Roy, pihaknya telah mengamankan berbagai barang bukti, termasuk rekaman video dan kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Untuk sementara, pihak kami bersama Polresta bekerja sama mengumpulkan bukti-bukti berupa rekaman maupun CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian," sebutnya.
Polda Riau juga masih mendalami penyebab maupun motif kericuhan.
Informasi yang beredar di media sosial, kata Roy, akan dicocokkan dengan hasil penyelidikan di lapangan.
"Untuk modus maupun motif kejadian sore tadi masih kami dalami. Informasi yang beredar di media sosial tentu akan kami cocokkan dengan hasil penyelidikan. Tentunya Polda Riau juga menunggu apabila ada laporan polisi dari korban ataupun pihak tertentu, sembari seluruh bukti di lokasi kami lengkapi," ungkap dia.
Hingga Kamis malam, polisi belum memeriksa saksi-saksi karena proses penyelidikan masih difokuskan pada pengumpulan barang bukti.
Keterangan dari para saksi akan dimintai setelah identitas mereka didata.
Dalam insiden tersebut, seorang petugas pengamanan internal DPRD Riau berinisial AI mengalami luka di bagian kepala saat berada di lokasi.
Baca juga: Ketua DPRD Riau Minta Maaf atas Bentrok Dua Anggota Dewan, BK Diminta Proses
Namun, polisi saat itu belum dapat meminta keterangannya karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Roy menambahkan, penyidik juga belum memastikan identitas seluruh pihak yang terlibat dalam kericuhan. Pendalaman masih dilakukan bersama Polresta Pekanbaru.
"Pendalaman masih kami lakukan bersama Polresta. Informasi yang sudah terverifikasi pasti akan kami sampaikan kemudian," pungkasnya.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)