Kemenkes Ungkap Alasan Skrining Mental bagi Peserta PPDS di Unsrat
Anita K Wardhani July 17, 2026 04:38 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya menjelaskan alasan diberlakukannya skrining kesehatan mental bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan kondisi psikologis calon dokter spesialis tetap terjaga selama menjalani pendidikan yang memiliki beban akademik dan pekerjaan cukup berat.

Baca juga: Kematian Misterius Dokter PPDS Alex Cristo di Riau, Polisi Tanggapi Dugaan Pembunuhan

Kemenkes menyebut kebijakan skrining mental ini berkaitan dengan adanya sejumlah peristiwa yang melibatkan peserta PPDS dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui pemeriksaan tersebut diharapkan, pemerintah bisa mengetahui kondisi psikologis para peserta agar masalah kesehatan mental bisa terdeteksi lebih awal dan ditangani dengan tepat.

"Pertama, dengan adanya berbagai peristiwa terkait dengan PPDS maka kami berusaha untuk mengetahui kondisi psikis PPDS sehingga mereka bisa di-treatment sehingga dampaknya bisa dikendalikan," ujar pria yang disapa dr Aco kepada Tribunnews.com, Jumat (17/7).

Menurutnya, skrining bukan bertujuan untuk memberikan label tertentu kepada peserta PPDS, melainkan menjadi bagian pencegahan.

Ia menegaskan, jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan seperti depresi atau masalah kesehatan mental lainnya, peserta akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan dari tenaga profesional.

"Jika mereka ternyata mengalami depresi dan lain-lain, maka rata-rata di rumah sakit besar ada dokter psikiater atau psikolog klinis yang akan menangani mereka," katanya.

Program pendidikan dokter spesialis diketahui memiliki tuntutan tinggi, baik dari sisi akademik, pelayanan pasien, maupun tanggung jawab profesional.

Karena itu, pemantauan kondisi mental peserta menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus keselamatan peserta didik.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu institusi pendidikan dan rumah sakit dalam memberikan dukungan yang sesuai bagi para peserta selama menjalani pendidikan spesialis.

Isi Surat Undangan Skrining Mental PPDS Unsrat

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental (Istimewa)

Sebuah surat undangan mengenai pelaksanaan skrining kesehatan mental bagi seluruh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)-1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Homenta Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, FICA.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa skrining dilakukan sebagai bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penyelenggaraan proses pembelajaran klinik di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Berdasarkan isi surat, skrining dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Juli 2026 di Aula Lantai 2 Gedung Kantor Administrasi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Pelaksanaannya dibagi berdasarkan program studi dengan waktu pemeriksaan pukul 09.00 hingga 12.00 WITA di Aula Lt.2 Godung Kantor Administrasi RSUP Kandou Manado.

Rabu, 15 Juli 2026 untuk Program Studi Bedah, Jantung, DVE, Anestesi.

Kamis, 16 Juli 2026 untuk Program Studi Interna, IKFR, Neurologi.

Jumat, 17 Juli 2026 untuk Program Studi Obgin, Anak, Mata, Anestesi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.