Hadapi Ancaman Gejolak Harga, Pemkab Basel Perkuat Sinergi Jaga Inflasi dan Ketahanan Pangan
Rusaidah July 17, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memperkuat strategi pengendalian inflasi sebagai langkah mengantisipasi gejolak harga bahan pokok yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. 

Sinergi lintas pemerintah dan pemangku kepentingan diprioritaskan untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi pangan. 

Upaya tersebut ditargetkan mampu mempertahankan stabilitas ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. 

Pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, instansi vertikal, dan seluruh anggota TPID agar pasokan pangan tetap aman. 

Upaya tersebut juga diarahkan untuk menjamin distribusi berjalan lancar sehingga harga tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, menjamin ketersediaan pasokan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (17/7/2026).

Baca juga: Lahan Kawasan Komplek Gubernur Bangka Belitung Terbakar

Debby menegaskan pemerintah daerah harus sigap memantau perkembangan harga pangan karena perubahan di pasar dapat terjadi sewaktu-waktu. 

Pemantauan secara berkelanjutan dinilai penting agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat. 

Menurutnya, kewaspadaan seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian inflasi daerah.

Lewat forum strategis TPID menjadi wadah untuk menyamakan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. 

Sinergi antarpemerintah daerah, instansi vertikal, dan anggota TPID dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas harga. 

Karena itu, koordinasi yang kuat akan terus dipertahankan agar pasokan pangan tetap tersedia dan distribusi tidak mengalami hambatan.

“Kami terus berupaya memastikan pasokan pangan tetap aman, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” jelas Debby.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan selama ini juga mengoptimalkan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga bahan pokok secara berkala. 

Baca juga: Rekor Tertinggi Harga TBS Sawit, Tembus Rp3.610 per Kg di Belitung, PKS di Bangka Diminta Menyusul

Selain itu, pemerintah melaksanakan operasi pasar, pasar murah, serta memperkuat sektor pertanian guna menjaga ketersediaan komoditas pangan. 

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Stabilitas inflasi memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ucapnya.

Debby menambahkan inflasi yang terkendali menjadi salah satu fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. 

Ia mengapresiasi TPID karena dinilai mampu memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah menghadapi tantangan ekonomi. 

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimistis sinergi yang terus terjalin akan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat daerah maupun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Dengan sinergi yang baik, kami optimistis stabilitas ekonomi di Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka Selatan, dapat terus terjaga,” pungkas Debby.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.