Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Krayan Nunukan, BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Cuaca Ekstrem
Junisah July 17, 2026 07:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Fenomena hujan es yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Krayan dan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (16/7/2026).

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Hermansyah, menjelaskan kejadian cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (Cb).

“Berdasarkan hasil analisis meteorologi, kondisi atmosfer saat kejadian cukup mendukung terbentuknya awan hujan kuat di wilayah Krayan dan Krayan Barat,” kata Muhammad Hermansyah dalam keterangannya.

Muhammad Hermansyah menjelaskan, kondisi suhu muka laut di sekitar perairan Kalimantan Utara saat kejadian berada pada kisaran 30 hingga 32 derajat Celsius dengan anomali suhu muka laut sekitar 0,5 hingga +1 derajat Celsius.

Baca juga: Atap Pasar Dayak di Pasar Induk Tanjung Selor Roboh Diterjang Angin Kencang, Tidak Ada Korban Jiwa

Kondisi tersebut berperan meningkatkan suplai energi dan mendukung aktivitas konveksi di wilayah Kalimantan Utara.

Selain itu, hasil analisis pola angin menunjukkan adanya perlambatan angin atau konvergensi di lapisan 925 hPa. Kondisi tersebut menyebabkan udara berkumpul dan mendukung proses pertumbuhan awan hujan.

“Gelombang Kelvin juga terindikasi aktif di wilayah Kalimantan Utara dan sekitarnya. Meskipun fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) tidak memberikan kontribusi signifikan, kondisi lokal dan regional tetap mendukung pembentukan awan konvektif,” jelasnya.

Menurut Muhammad Hermansyah, kelembapan udara di wilayah Krayan pada 16 Juli 2026 cukup tinggi, yakni mencapai 80 hingga 100 persen pada lapisan 925–700 milibar. Sementara pada lapisan 500 milibar, kelembapan berada pada kisaran 70–80 persen.

“Kondisi udara yang basah dari lapisan bawah hingga menengah mendukung terbentuknya awan Cumulonimbus yang dapat menghasilkan hujan lebat, petir, dan angin kencang,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan citra satelit BMKG, pertumbuhan awan hujan mulai terdeteksi di wilayah Krayan dan Krayan Barat sekitar pukul 16.00 Wita Awan tersebut berkembang pesat hingga pukul 17.30 WITA dengan suhu puncak awan mencapai minus 62 hingga minus 69 derajat Celsius.

Baca juga: Dihantam Angin Kencang, Pohon Durian Tua Timpa Rumah Warga di Bulungan, 2 Orang Terluka

Sementara berdasarkan citra radar cuaca, pembentukan awan hujan mulai terlihat sekitar pukul 16.02 WITA dengan nilai reflektivitas awal 20–35 dBZ yang menunjukkan hujan ringan hingga sedang. Intensitas hujan kemudian meningkat sekitar pukul 16.57 Wita sebelum awan mulai melemah pada pukul 17.34 Wita.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Long Katung, Kecamatan Krayan. Satu rumah warga tertimpa pohon tumbang, beberapa atap rumah dan tempat ibadah mengalami kerusakan, serta satu pagar rumah warga dan tiang radio SSB dilaporkan roboh.

Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring, hujan lebat terjadi pada periode pukul 16.00 hingga 18.00 Wita dengan curah hujan harian sekitar 72–75 milimeter dan kecepatan angin maksimum mencapai 18 knot.

BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Utara untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah yang rawan terdampak,” pungkas Muhammad Hermansyah.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.