Target Nilai Ekspor Komoditas dari Kulon Progo Meningkat Jadi Rp272 Miliar pada 2026
Muhammad Fatoni July 17, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo menaikkan target nilai ekspor dari komoditas lokal di tahun ini.

Realisasinya menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Disdag Kulon Progo, Rina Martini, menyampaikan bahwa target nilai ekspor di 2026 ini sebesar Rp272 miliar.

"Nilainya meningkat dibandingkan realisasi ekspor di 2025 lalu yang mencapai Rp 259 miliar," ujar Rina pada Jumat (17/07/2026).

Naiknya target ekspor tersebut seiring berjalan dengan realisasi capaian ekspor di pertengahan 2026 ini.

Sebab capaiannya sejauh ini menunjukkan tren positif meski sempat ada fluktuasi permintaan dari luar negeri.

Rina mencontohkan produk ekspor berupa kerajinan serat alam yang sempat mengalami penurunan di triwulan pertama.

Namun di triwulan kedua 2026, permintaan dari luar negeri kembali naik.

"Sedangkan untuk produk gula kelapa atau yang lebih dikenal sebagai gula semut menunjukkan tren positif dari pasar ekspor," jelasnya.

Baca juga: Lima Kalurahan Sudah Lunasi PBB-P2, Pemkab Kulon Progo Optimis Target Rp 41 Miliar Tercapai

Komoditas Unggulan

Komoditas unggulan lainnya adalah rambut palsu atau wig. 

Menurut Rina, volume ekspor rambut palsu produksi Kulon Progo meningkat hingga 57 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Konflik Timur Tengah hingga kebijakan ekspor dari Amerika Serikat sempat berdampak pada pasar ekspor.

Meski begitu, volume ekspor produk dari Kulon Progo diyakini mampu tetap stabil, bahkan meningkat.

"Melihat kondisi semester pertama ini, kami yakin target realisasi ekspor tahun 2026 bisa tercapai," kata Rina.

Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dinperinkop-UKM) Kulon Progo turut memonitor pergerakan ekspor produk lokal.

Sebab produknya banyak dibuat oleh pelaku UMKM dari Kulon Progo.

Kepala Dinperinkop-UKM Kulon Progo, Iffah Mufidati, mengatakan semua produk dari Kulon Progo berpotensi menjadi komoditas ekspor.

Namun pelaku UMKM juga harus mampu menjaga kualitas, kuantitas, hingga kontinuitas dari produknya.

"Sebab pasar ekspor biasanya sangat kompetitif, sehingga akan menjadi tantangan bagi UMKM lokal," jelas Iffah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.