TRIBUNFLORES.COM, BORONG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan Nasional Tani Sekolah Indonesia (GENTASKIN) Universitas Nusa Nipa (Unipa) melaksanakan kegiatan gotong royong pengolahan lahan yang akan dijadikan Kebun Gizi Desa di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, 17 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan produktif sebagai sumber pangan bergizi.
Aldo mahasiswa Unipa menerangkan, dalam kegiatan gotong royong tersebut, mahasiswa bersama masyarakat membersihkan lahan, mencabut semak belukar serta mempersiapkan area yang nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman pangan.
"Pengolahan lahan ini menjadi tahap awal dalam mewujudkan Kebun Gizi Desa sebagai sarana edukasi sekaligus sumber pangan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat," ungkapnya.
Baca juga: WebGIS Undana Hadir di Desa Beja, Teknologi Baru untuk Pantau Risiko Banjir dan Longsor di Ngada
Ia menjelaskan, melalui program tersebut, mahasiswa berharap Kebun Gizi Desa dapat menjadi bentuk kontribusi berkelanjutan dalam mendukung terciptanya masyarakat Desa Sisir yang sehat, mandiri dan sejahtera.
Selain mendukung ketersediaan pangan, kata dia, keberadaan Kebun Gizi Desa juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan potensi lahan sekitar demi memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Untuk diketahui melansir berbagai sumber, KKN Gentaskin adalah program Kuliah Kerja Nyata Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan yang melibatkan mahasiswa untuk membantu penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Timur.
Pengertian dan Tujuan
KKN Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan) merupakan program strategis yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah XV untuk mengintegrasikan peran pendidikan tinggi dengan kebijakan pemerintah daerah dalam menangani masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di Provinsi NTT
Program ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui intervensi berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kolaboratif dan inovatif
Pelaksanaan Program
Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI XV, yang diterjunkan ke desa-desa prioritas di kabupaten seperti Timor Tengah Selatan, Manggarai Timur, dan Sumba Barat Daya.
Mahasiswa menjalankan program multidisiplin selama kurang lebih dua bulan, dengan fokus pada: Edukasi gizi ibu dan anak, Intervensi kesehatan berbasis keluarga, Pendampingan ekonomi produktif dan Peningkatan literasi masyarakat dan keuangan.
Program ini dirancang sebagai kolaborasi jangka panjang selama lima tahun, dengan mahasiswa bergantian diterjunkan ke desa yang sama untuk memantau perubahan dan dampak terhadap angka stunting
Dampak dan Perkembangan
Pelaksanaan KKN GENTASKIN telah menunjukkan hasil positif, seperti meningkatnya pemahaman masyarakat tentang gizi dan kesehatan, partisipasi posyandu yang lebih tinggi, serta munculnya usaha ekonomi produktif di desa
Program ini juga menghasilkan data baseline desa yang menjadi dasar perencanaan pembangunan berbasis bukti.
Pada tahun 2026, skala program diperluas untuk menjangkau 100–200 desa prioritas dengan target keterlibatan 2.000–3.000 mahasiswa