Sopir Truk Sawit Keluhkan Antrean Solar, Jamaludin Minta Pemerintah Segera Cari Solusi
Hendra July 17, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Bangka Belitung, Jamaludin, mengatakan, keluhan para sopir truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar solar di SPBU.

Dia mengatakan, kondisi tersebut menghambat distribusi hasil panen dari kebun menuju pabrik kelapa sawit. Sehingga berdampak pada kualitas buah dan kerugian yang harus ditanggung petani maupun pengusaha angkutan.

Jamaludin mengatakan, antrean solar yang sebelumnya berjalan lancar kini bisa memakan waktu hingga tiga sampai empat jam di SPBU di Kabupaten Bangka.

"Rata-rata sopir ingin segera menuju kebun untuk mengangkut sawit ke pabrik. Tetapi karena harus mengantre solar terlalu lama, proses pengangkutan menjadi terhambat," kata Jalamudin kepada Bangkapos.com, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan pengiriman TBS dapat menyebabkan penyusutan kualitas buah, sehingga berpotensi menurunkan nilai jual dan menambah beban biaya operasional, termasuk jam kerja para sopir.

"Kalau terlalu lama, sawit bisa mengalami penyusutan sehingga petani maupun pengangkut ikut merugi. Selain itu, jam kerja sopir juga bertambah," katanya.

Jamaludin berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar distribusi hasil perkebunan sawit tidak terganggu.

Sementara terkait persoalan mahalnya harga pupuk masih menjadi keluhan petani. Tetapi saat ini yang paling mendesak, kesulitan para sopir truk mendapatkan solar.

"Kalau soal pupuk mahal memang sudah sering kami sampaikan. Namun sekarang yang paling banyak dikeluhkan adalah antrean solar yang dialami sopir truk. Kami berharap pemerintah, pertamina semuanya, bisa segera memikirkan solusi atas persoalan ini,"tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.