Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bandara Internasional Radin Inten II resmi menambah rute penerbangan langsung (direct flight) tujuan Lampung–Bandung (PP) mulai 7 Agustus 2026 mendatang.
Baca juga: Dukung Jemaah Haji Lampung, Bandara Radin Inten II Siapkan 3 Parkir Pesawat
Rute baru konektivitas antar-pulau Jawa dan Sumatra ini akan dilayani oleh maskapai Wings Air (anggota Lion Group) dengan armada pesawat baling-baling jenis ATR 72 yang memiliki kapasitas 72 kursi kelas ekonomi.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan dibukanya rute domestik tersebut untuk memperkuat transportasi udara antardaerah.
"Untuk penerbangan rute Lampung menuju Bandung ini memang akan dibuka, dimulainya operasi rute ini yakni pada 7 Agustus nanti," ujar Kiki, Jumat (17/7/2026).
Mengenai harga tiket penerbangan Lampung-Bandung, Kiki menyebutkan bahwa besaran tarif sepenuhnya menjadi kewenangan pihak maskapai.
Meski begitu, kehadiran rute ini diyakini membawa dampak positif bagi mobilitas masyarakat.
"Yang jelas dengan hadirnya rute ini akan mendongkrak kualitas layanan penerbangan antarwilayah," katanya menambahkan.
Berdasarkan jadwal resmi dari Wings Air, penerbangan dari kedua arah memiliki hari operasional yang berbeda.
Untuk rute Bandung–Lampung (IW-1210), penerbangan perdana justru dimulai sehari lebih awal, yakni pada 6 Agustus 2026.
Jadwal penerbangannya ada setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan jam keberangkatan dari Bandung pukul 13.45 WIB dan tiba di Lampung pukul 15.15 WIB.
Sementara untuk rute Lampung–Bandung (IW-1211), operasi dimulai pada 7 Agustus 2026 setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu.
Pesawat dijadwalkan lepas landas dari Bandara Radin Inten II (TKG) pukul 07.00 WIB dan mendarat di Bandara Husein Sastranegara (BDO) pukul 08.30 WIB.
Tak hanya penerbangan langsung, kehadiran rute baru ini juga membuka akses konektivitas lanjutan via jaringan Lion Group yang makin luas.
Penumpang dari Lampung bisa meneruskan penerbangan langsung menuju Batam.
Selain itu, melalui hub Palembang, penumpang juga dapat menikmati penerbangan lanjutan ke berbagai destinasi strategis seperti Pangkalpinang, Belitung, Batam, hingga Medan.
Dibukanya akses langsung Lampung-Bandung ini diharapkan memberikan kemudahan luar biasa bagi para pelaku usaha, wisatawan, investor, aparatur pemerintah, kalangan akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat yang ingin mudik atau mengunjungi keluarga.
Simulasi Penanganan Keadaan Darurat
Bandara Internasional Radin Inten II menggelar latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Tahun 2026 melalui simulasi berskala besar
Latihan ini untuk menguji kesiapsiagaan seluruh unsur penanganan keadaan darurat di lingkungan bandar udara, Kamis (16/7).
Kegiatan yang dikemas dalam Airport Emergency Exercise (AEE) dan airport Contingency Exercise (ACE) itu melibatkan Komite Keamanan dan Keselamatan Bandara, TNI/Polri, instansi pemerintah, Basarnas, tim medis, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan latihan tersebut bertujuan menguji kesiapan personel dan efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
"Melalui latihan ini kami menguji kesiapan menghadapi kecelakaan pesawat hingga aksi penyanderaan dengan melibatkan seluruh unsur terkait," ujar Kiki.
Dalam simulasi tersebut, panitia menyiapkan dua skenario ekstrem. Skenario pertama menggambarkan kecelakaan pesawat Belalai Air nomor penerbangan BLA 001 rute Jakarta-Lampung yang mengalami cuaca buruk saat hendak mendarat.
Pesawat jenis Boeing 737-900 yang membawa 107 orang, terdiri atas tujuh kru dan 100 penumpang, disimulasikan mengalami runway excursion hingga tergelincir ke sisi kanan landasan di zona C16.
Dari skenario tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, tiga mengalami luka berat, lima luka sedang, lima luka ringan, sementara 93 penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Skenario kedua menguji penanganan ancaman keamanan berupa aksi penyanderaan terhadap personel di area Public Safety Command Post (PSCP).
Dalam simulasi itu, tim gabungan yang terdiri atas Aviation Security (Avsec), Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), tim medis, hingga personel antiteror bergerak sesuai prosedur untuk mengendalikan situasi hingga kondisi bandara dinyatakan aman.
"Seluruh tim gabungan bergerak sigap dan terukur hingga kondisi bandara berhasil dinyatakan aman kembali," kata Kiki.
Pelaksanaan simulasi sempat berdampak terhadap operasional penerbangan. Manajemen bandara melakukan penyesuaian sehingga sejumlah jadwal penerbangan mengalami keterlambatan.
Meski demikian, pelayanan di terminal tetap berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Kiki menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat, mulai dari Otoritas Bandara, TNI/Polri, Basarnas, rumah sakit, hingga Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, latihan tersebut bukan hanya menjadi sarana menguji prosedur penanganan keadaan darurat, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas seluruh personel.
"Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan kapasitas agar setiap respons dapat dilaksanakan secara cepat, terkoordinasi, dan profesional," ujarnya.
Ia menegaskan, latihan PKD 2026 merupakan bagian dari komitmen Bandara Internasional Radin Inten II dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan sesuai standar penerbangan nasional maupun internasional.
Manajemen bandara juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik dan datang lebih awal ke bandara selama pelaksanaan kegiatan guna mengantisipasi penyesuaian arus kendaraan maupun layanan terminal.
"Kami mengimbau para pengguna jasa bandara untuk tiba lebih awal sehingga memiliki waktu yang memadai untuk proses pemeriksaan keamanan, check-in, hingga boarding," kata Kiki.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )